
Thephrase.id - Presiden FIFA, Gianni Infantino, memberikan pembelaan atas keputusannya menganugerahkan FIFA Peace Prize kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam agenda undian Piala Dunia 2026 yang digelar di Washington, D.C., pada 5 Desember 2025.
Penghargaan perdana FIFA Peace Prize tersebut diserahkan langsung oleh Infantino kepada Trump sebagai bentuk pengakuan atas peran yang dinilai berkaitan dengan upaya menjaga perdamaian internasional.
Keputusan FIFA itu kemudian menuai sorotan luas setelah muncul kritik tajam menyusul serangan udara Amerika Serikat ke Venezuela, penangkapan Presiden Nicolas Maduro, serta dinamika geopolitik terkait Greenland yang kembali memicu perdebatan global.
Dalam wawancara dengan Sky News, Infantino diminta menjelaskan alasan Trump dianggap layak menerima penghargaan tersebut di tengah berbagai kontroversi yang mengiringinya.
"Ketika situasi ini terjadi, baru-baru ini dengan Gaza tahun lalu, maksud saya, sekitar 60.000 orang terbunuh atau meninggal di Gaza, dan kemudian itu berhenti, itu memang berhenti, jadi kita harus berdiri untuk perdamaian dan kita harus mendukung siapa pun yang melakukan sesuatu untuk perdamaian," tegas Infantino.
"Apa tanggung jawab utama seorang pemimpin negara? Saya pikir itu adalah melindungi, pertama negaranya dan kemudian rakyatnya secara umum, jadi jika Anda dapat menyelamatkan satu nyawa, itu lebih penting, lalu Anda bisa berdiskusi tentang kritik, tentang kata-kata yang digunakan, tentang ancaman, tentang politik, tetapi jika Anda berhasil menyelamatkan nyawa, melindungi rakyat Anda dan orang lain di seluruh dunia, maka Anda pantas mendapatkan penghormatan," beber Infantino.

Infantino menegaskan bahwa keputusan pemberian FIFA Peace Prize kepada Donald Trump didasarkan pada perannya dalam penyelesaian konflik dan penyelamatan nyawa dalam skala besar.
"Kami memberinya Peace Prize karena ia berperan penting dalam menyelesaikan konflik serta menyelamatkan nyawa dan menyelamatkan ribuan nyawa," lanjut Infantino.
Dalam kesempatan terpisah saat menghadiri Davos Kick-Off Piala Dunia 2026, Infantino juga mengungkapkan peran baru Trump pada partai final Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat.
"Trofi ini akan diserahkan pada 19 Juli 2026 kepada kapten tim yang memenangkan Piala Dunia, dan saya akan menyerahkannya bersama Presiden Amerika Serikat sebagai tuan rumah, tidak ada seorang pun yang dapat menyentuh trofi ini," ungkap Infantino.
"Secara objektif, dia pantas mendapatkannya, apa pun yang bisa kita lakukan untuk membantu perdamaian di dunia, seharusnya kita lakukan, dan untuk alasan ini, selama beberapa waktu kami berpikir bahwa kami harus melakukan sesuatu untuk memberi penghargaan kepada orang-orang yang melakukan sesuatu," ucap Infantino.