e-biz

Dari Sisa Makanan Kafetaria, Warga Pulau Nubi Bangun Usaha Ternak Bebek

Penulis Nadira Sekar
Jul 31, 2026
Foto: PHM memanfaatkan sampah organik sisa makanan pekerja di kafetaria sebagai pakan ternak bebek untuk mendukung ekonomi sirkular (Dok. PHM)
Foto: PHM memanfaatkan sampah organik sisa makanan pekerja di kafetaria sebagai pakan ternak bebek untuk mendukung ekonomi sirkular (Dok. PHM)

ThePhrase.id - Di Pulau Nubi, Desa Muara Pantuan, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, sisa makanan dari kafetaria pekerja migas tidak lagi berakhir sebagai limbah. Di tangan warga, makanan yang sebelumnya dibuang kini menjadi pakan ternak bebek yang membuka peluang usaha baru.

Semuanya berawal dari keinginan warga yang dipimpin Ketua RT Desa Muara Pantuan, H. Taher, untuk mengembangkan peternakan bebek petelur dan pedaging. Namun, tingginya biaya pakan menjadi tantangan utama yang menghambat usaha tersebut.

Peternakan itu awalnya dimulai dengan 300 ekor bibit bebek pada 2025. Seiring bertambahnya populasi hingga 600 ekor, kebutuhan pakan pun terus meningkat. Pada saat yang sama, PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) tengah mencari cara memanfaatkan sisa makanan dari kafetaria di South Processing Unit (SPU) yang selama ini dikelola sebagai limbah.

Dari dua kebutuhan itulah lahir sebuah kolaborasi. Atas usulan H. Taher, sisa makanan dari kafetaria PHM mulai dimanfaatkan sebagai pakan ternak, mengubah limbah menjadi sumber daya yang bermanfaat bagi masyarakat.

Perlahan, hasilnya mulai terlihat. Peternakan yang dikelola warga kini mampu menghasilkan sekitar 60 hingga 90 butir telur bebek setiap hari, bahkan pada beberapa kesempatan mencapai lebih dari 100 butir. Ke depan, usaha tersebut diharapkan terus berkembang sehingga dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat Desa Muara Pantuan.

Kolaborasi ini juga membawa perubahan dalam pengelolaan limbah di area operasi PHM. Sebelumnya, sisa makanan dari kafetaria harus diangkut setiap hari ke fasilitas pengolahan limbah yang berjarak sekitar 30 kilometer. Kini, limbah organik tersebut dimanfaatkan sebagai pakan ternak sehingga mengurangi kebutuhan pengangkutan.

Dari Sisa Makanan Kafetaria  Warga Pulau Nubi Bangun Usaha Ternak Bebek
Foto: Infografis Ekonomi Sirkular PHM (dok. ThePhrase.id/Nadira)

Kepala Lapangan SPU Teddy Indrawan mengatakan, pemanfaatan sisa makanan tersebut menjadi salah satu upaya menerapkan prinsip ekonomi sirkular sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.

"Melalui program ini, sisa makanan yang sebelumnya dikelola sebagai limbah kini dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Selain mendukung penerapan prinsip ekonomi sirkular, inisiatif ini juga mengurangi kebutuhan pengangkutan limbah dan menurunkan potensi risiko keselamatan dalam operasional," ujarnya.

Sementara itu, General Manager PHM Setyo Sapto Edi mengatakan kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa kegiatan operasi hulu migas dapat berjalan beriringan dengan upaya menciptakan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.

Kisah di Pulau Nubi membuktikan bahwa ekonomi sirkular tidak selalu membutuhkan teknologi canggih atau investasi besar. Berawal dari sisa makanan yang sebelumnya dibuang, warga kini mampu mengembangkannya menjadi pakan ternak yang menghasilkan puluhan hingga lebih dari seratus telur setiap hari. Dari perubahan sederhana itu, tumbuh peluang ekonomi baru yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat setempat. [nadira]

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic