features

Debat Kedua, Gibran Akan Balikan Keadaan?

Penulis Aswandi AS
Dec 20, 2023
Pasangan capres-cawapres nomor urut 2, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka di acara debat perdana capres di Kantor KPU RI, Jakarta, Selasa (12/12/23). (Foto: Instagram/prabowo)
Pasangan capres-cawapres nomor urut 2, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka di acara debat perdana capres di Kantor KPU RI, Jakarta, Selasa (12/12/23). (Foto: Instagram/prabowo)

ThePhrase.id - Prabowo Subianto dinilai banyak melakukan blunder  atau kesalahan dalam Debat Capres pertama pada 12 Desember 2023 lalu.  Blunder  Prabowo di debat itu diperparah dengan aksi Gibran dari tempat duduknya yang memprovokasi pendukungnya.  Blunder Prabowo itupun berlanjut di luar arena debat setelah beredar video ucapan Prabowo di forum internal Partai Gerindra yang menyebut kalimat “etik ndasmu” dengan memparodikan pertanyaan Anies dalam debat  malam itu.

Blunder atau kesalahan yang dilakukan oleh Prabowo-Gibran dalam debat itu  serta merta menggerus elektabilitas atau tingkat kesukaan publik terhadap pasangan ini.  Dari polling yang dilakukan oleh beberapa pihak selama atau setelah debat itu menunjukkan posisi paslon nomor urut 2 itu jauh berada di bawah pasangan Amin, Anies - Muhaimin.

Seperti dalam hasil polling  yang dikeluarkan Kompas.com dengan pertanyaan, menurut kamu di debat perdana ini, gagasan siapa yang paling oke? Mulai dari performa hingga retorika dalam menyampaikan dan menjawab setiap pertanyaan. Anies-Muhaimin mendapat 45 persen, Prabowo-Gibran 32 persen, dan Ganjar-Mahfud 14 persen.  

Demikian juga polling yang digelar Juru Bicara (Jubir) PSI (Partai Solidaritas Indonesia), Sigit Widodo yang ia unggah di akun twitter pribadinya @sigitwid. Sigit mengajak warganet atau netizen untuk memberikan suara berdasarkan hasil debat 12 Desember itu, dengan pertanyaan: “Setelah mengikuti debat pertama Capres-Cawapres Pemilu 2024 malam ini, siapa yang akan Anda pilih?”

Hasilnya dari 26.893 suara hingga pukul 10.23 WIB, pasangan Anies Baswedan - Muhaimin Iskandar meraih dukungan 82,6 persen, Ganjar-Mahfud dengan suara 8,8 persen dan, Prabowo – Gibran hanya mendapat dukungan 5,6 persen saja. Sisanya 2,9 persen belum menentukan pilihan.

Pengamat politik dari Universitas Muhammadiyah Kupang, Ahmad Atang, menilai Prabowo Subianto tampil dalam debat itu dengan percaya diri.  Meski begitu, capres nomor urut 2 itu tidak mampu mengontrol emosi saat berdebat. Prabowo tampak dilematis saat ditanya terkait isu HAM.  Menurutnya Prabowo juga sempat blunder ketika menanggapi argumentasi kedua pesaingnya.

"Materi debat membuat posisi Prabowo menjadi dilematis soal HAM, penegakan hukum dan pemberantasan korupsi karena terkait masa lalu Prabowo. Dan Jokowi effect justru jadi blunder. Prabowo selalu kehabisan argumen untuk mematahkan serangan paslon lain," kata Atang.

Sebaliknya capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo menurut Atang  tampil lebih realistis. "Ganjar Pranowo menguasai materi debat dan tampil tanpa beban. Pertanyaan dan jawaban dielaborasi cukup baik dan tidak abu-abu, lebih realistis, dan terukur," ujar Atang.

Sementara capres nomor urut 1 Anies Baswedan, dalam pandangan Atang  terlalu percaya diri dan terkesan menggurui ketika menanggapi setiap pertanyaan panelis. Sikap Anies itu membuatnya terkesan meremehkan capres lainnya.

“Hal itu wajar karena Anies tidak memiliki ikatan emosional dengan kekuasaan dan tidak memiliki beban apapun," kata Atang.

Beban Gibran untuk Balikan Keadaan

KPU  menetapkan debat kedua berlangsung pada Jumat malam, 22 Desember 2022, formatnya  sama dengan format debat pertama dengan menampilkan Calon Wakil Presiden sebagai peserta debat.  

Pertanyaannya, apakah cawapres nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka, dapat membalikkan keadaan  setelah anjloknya elektabilitas pasangan ini karena banyanya blunder yang dibuat oleh Capres Prabowo Subianto  pada debat pertama, di tengah keraguan publik terhadap kompetensinya tentang masalah yang menjadi tema debat, juga pengalamannya yang masih minim dengan jam terbang rendah sebagai politisi.

Dari kondisi yang ada pada pasangan nomor urut 2 saat ini, Gibran Rakabuming Raka masuk ke arena debat dengan membawa beban yang lebih berat dari beban Prabowo Subianto.   Paling tidak ada 4 hal yang akan membebani Gibran untuk tampil maksimal dalam debat itu.

1. Representasi petahana atau juara bertahan

Positioning Paslon 02 sebagai representasi pemerintah yang mengusung tema keberlanjutan menjadi beban psikologis bagi Gibran untuk dapat mempertahankan apa yang telah diperbuat oleh pemerintahan Joko Widodo selama 2 periode ini.  Butuh mental juara yang kuat untuk bisa berdiri pada posisi ini.  

2. Stigma sebagai anak haram konstitusi

Proses lolosnya Gibran sebagai cawapres melalui proses mengakali syarat batas usia di Mahkamah Konsitusi yang diketuai pamannya Anwar Usman  telah memberi stigma Gibran sebagai anak haram konstitusi.  Stigma ini terus melekat karena menjadi bahasan khusus di Majalah Tempo  edisi  15 November 2023.

Legitimasinya sebagai cawapres terus dipertanyakan oleh banyak  pihak  sampai hari ini yang ditandai dengan penolakan, seperti yang dilakukan oleh mahasiswa Makassar yang menggelar mimbar bebas dengan mengenakan topeng Guy Fawkes  Minggu 17 Desember 2023. Stigma anak haram konstitusi ini diperkuat dengan isu politik dinasti dan  isu Ordal atau orang dalam  yang berperan meloloskan Gibran maju sebagai Calon Wakil Presiden.

3. Minim pengalaman dan kompetensi yang diragukan

Gibran berpolitik belum genap 3 tahun atau selama dia menjadi Walikota Surakarta. Posisi walikota pun tidak diraih sebagai kader partai yang memulai karier dari bawah tetapi atas pengaruh bapaknya Joko Widodo yang mengintervensi proses politik pencalonannya sebagai walikota. Seperti yang diungkapkan politisi senior PDIP, Panda Nababan. "Proses pemilihan Wali Kota Solo sebenarnya aturan partai itu minimal kader 2 tahun. Tetapi Jokowi meminta langsung ibu Mega, biar anaknya Gibran yang maju. Tapi, karena Mega sayangnya sama Jokowi dengan hak prerogratif itu, diabaikan lah itu," kata Panda.
Pengalaman minim ini berkait kelindan dengan kompetensinya yang banyak diragukan, yang dikaitkan dengan pendidikannya yang dipertanyakan. Ucapan Gibran tentang Asam Sulfat misalnya menjadi parodi atau meme tentang rendahnya kompetensi Gibran terhadap masalah lazim  yang ada di masyarakat.

Pengalaman dan kompetensi Gibran ini akan diuji pada tema debat, yakni ekonomi kerakyatan dan digital, keuangan, investasi, pajak,  pengelolaan APBN/APBD, infrastruktur, dan perkotaaan.

4. Lawan Debat

Gibran maju ke arena debat akan menghadapi 2 lawan debat pilih tanding.  Cawapres nomor urut 01, Muhaimin Iskandar, seorang ketua umum partai dengan pengalaman yang mumpuni, legislator berpengalaman yang juga pernah menjabat sebagai menteri.  Cawapres nomor urut 03, Mahfud MD, seorang Guru Besar Hukum dan Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan.   Jika dianalogikan dengan olah raga tinju, Gibran seorang penantang di kelas bulu berhadapan dengan para pemegang sabuk di kelas berat di dua versi yang berbeda.  Kemungkinan ada dua, menang dengan gemilang dengan cara yang tak terduga atau langsung KO di menit pertama ronde pertama.  

Namun demikian politik dan tinju adalah dua ranah yang berbeda dengan ukuran yang berbeda pula. Cerita utuhnya kita saksikan bersama dalam debat tanggal 22 Desember 2023 itu.  Dan semua orang bebas komentar dan menilai berdasarkan pada sudut pandang masing-masing. Wallahu’alam. (Aswan AS)

 
Related News

Popular News

 

News Topic