sport

Demam Piala Dunia 2026: Dari Rp14 Juta ke Rp85 Juta, Harga Tiket Melonjak sampai 40 Kali Lipat

Penulis Ahmad Haidir
Feb 16, 2026
Piala Dunia 2026 bakal diadakan pada 11 Juni-19 Juli 2026. Foto Instagram Piala Dunia.
Piala Dunia 2026 bakal diadakan pada 11 Juni-19 Juli 2026. Foto Instagram Piala Dunia.

Thephrase.id - Kurang dari 130 hari menjelang sepak mula Piala Dunia FIFA 2026, peningkatan antusiasme publik berjalan beriringan dengan lonjakan harga tiket yang di sejumlah laga utama telah berubah menjadi komoditas bernilai sangat tinggi di pasar penjualan kembali internasional.

Untuk partai final yang akan digelar di East Rutherford, harga tiket di platform resale tercatat menyentuh 143.750 dolar Amerika Serikat atau setara sekitar Rp2,3 miliar, angka yang melonjak berkali-kali lipat dibandingkan harga awal yang dirilis panitia.

Lonjakan harga tersebut disebut mencapai hingga 40 kali lipat dari nilai awal untuk kategori tertentu, menjadikan pertandingan puncak turnamen empat tahunan itu sebagai salah satu tiket olahraga termahal yang beredar di pasar sekunder global saat ini.

Fenomena serupa juga terlihat pada laga pembuka yang akan berlangsung di Stadion Banorte, Meksiko, ketika tuan rumah dijadwalkan menghadapi Timnas Afrika Selatan pada 11 Juni 2026.

Tiket kategori 3 yang berada di area tribun atas stadion tersebut awalnya dilepas dengan harga 895 dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp14,3 juta, namun kini ditawarkan kembali di pasar resale dengan banderol 5.324 dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp85,2 juta.

Lonjakan harga yang sangat kontras tersebut tidak terlepas dari perbedaan regulasi antarnegara tuan rumah, karena di Amerika Serikat dan Kanada praktik penjualan kembali tiket merupakan pasar bebas tanpa regulasi pembatasan harga.

Sebaliknya, hukum di Meksiko melarang penjualan tiket di atas harga nominal resmi, namun ketentuan tersebut hanya berlaku apabila transaksi dilakukan di dalam wilayah negara tersebut dan menggunakan mata uang lokal.

Celah aturan itu membuka ruang bagi platform internasional untuk memperdagangkan tiket dengan harga jauh di atas nilai awal, sehingga disparitas harga antara harga resmi dan pasar sekunder semakin melebar.

Meski begitu, tidak seluruh pertandingan mengalami kenaikan ekstrem karena pada laga Austria melawan Yordania di California, tiket sempat ditawarkan seharga 552 dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp8,8 juta, lebih rendah dari harga awal 620 dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp9,9 juta.

Akan tetapi, untuk pertandingan-pertandingan utama yang melibatkan tuan rumah atau periode akhir turnamen, tren kenaikan harga tetap mendominasi dan menciptakan jurang besar antara harga resmi dan harga pasar sekunder.

Dengan kondisi tersebut, dinamika harga tiket Piala Dunia 2026 menunjukkan perbedaan tajam antarnegara tuan rumah sekaligus memperlihatkan bagaimana mekanisme pasar global memengaruhi akses publik terhadap ajang olahraga terbesar di dunia. 

Artikel Pilihan ThePhrase

- Advertisement -
 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic