sportPiala Dunia 2026

Demi Piala Dunia 2026, Donald Trump Cabut Aturan Deposit Fantastis untuk Suporter Asing Senilai Rp243 Juta

Penulis Ahmad Haidir
May 14, 2026
 Aturan jaminan visa baru dengan nominal mulai dari 5 ribu - 15 ribu dolar Amerika Serikat atau setara sekitar Rp81 juta sampai Rp243 juta resmi dihapus. Foto FIFA.
Aturan jaminan visa baru dengan nominal mulai dari 5 ribu - 15 ribu dolar Amerika Serikat atau setara sekitar Rp81 juta sampai Rp243 juta resmi dihapus. Foto FIFA.

Thephrase.id - Pemerintahan Presiden Donald Trump resmi menghentikan sementara kebijakan yang mewajibkan warga asing dari sejumlah negara peserta kualifikasi Piala Dunia membayar jaminan masuk hingga 15 ribu dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp243 juta untuk memasuki wilayah Amerika Serikat.

Kebijakan tersebut diumumkan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat pada Rabu waktu setempat. Sebelumnya aturan jaminan visa diberlakukan sebagai bagian dari langkah pengetatan imigrasi yang dijalankan pemerintahan Partai Republik terhadap negara-negara dengan tingkat pelanggaran visa tinggi dan persoalan keamanan tertentu.

Dalam aturan sebelumnya, pelancong dari 50 negara diwajibkan membayar jaminan visa baru dengan nominal mulai dari 5 ribu dolar Amerika Serikat hingga 15 ribu dolar Amerika Serikat atau setara sekitar Rp81 juta sampai Rp243 juta sebelum memasuki Amerika Serikat.

Dari daftar tersebut, terdapat lima negara yang telah memastikan diri lolos ke Piala Dunia, yakni Algeria, Cape Verde, Ivory Coast, Senegal, dan Tunisia.

Warga dari lima negara itu kini dibebaskan dari kewajiban pembayaran jaminan visa apabila telah membeli tiket resmi dari FIFA untuk pertandingan Piala Dunia 2026.

Sebelum keputusan terbaru tersebut diumumkan, pemain, pelatih, dan sejumlah staf tim peserta Piala Dunia lebih dahulu mendapatkan pengecualian dari aturan jaminan visa karena pemerintah Amerika Serikat memprioritaskan pemrosesan visa terkait turnamen sepak bola terbesar di dunia itu.

"Amerika Serikat sangat antusias menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA terbesar dan terbaik dalam sejarah, karena itu kami membebaskan jaminan visa bagi suporter yang memenuhi syarat, telah membeli tiket Piala Dunia, dan terdaftar dalam sistem FIFA Pass yang memungkinkan percepatan jadwal wawancara visa sejak 15 April," ujar Assistant Secretary of State for Consular Affairs, Mora Namdar, dilansir dari AP.

FIFA menyebut keputusan tersebut menjadi bukti kerja sama berkelanjutan dengan pemerintah Amerika Serikat dan satuan tugas Gedung Putih untuk menghadirkan gelaran Piala Dunia yang sukses, memecahkan rekor, dan meninggalkan pengalaman besar bagi publik global.

Kelonggaran aturan imigrasi itu menjadi salah satu kebijakan langka yang diambil pemerintahan Trump di tengah pendekatan ketat terhadap arus migrasi. Aturan ini memberi kemudahan perjalanan bagi sebagian suporter yang ingin datang ke Piala Dunia 2026 yang akan dimulai pada 11 Juni 2026 dan digelar bersama oleh United States, Canada, dan Mexico.

Di sisi lain, pemerintahan Amerika Serikat tetap menjalankan sejumlah kebijakan pembatasan lain yang menuai kritik karena dinilai bertolak belakang dengan pesan persatuan yang selama ini melekat pada ajang olahraga global seperti Piala Dunia.

Pemerintah Amerika Serikat sebelumnya melarang pelancong dari Iran dan Haiti masuk ke negaranya, meski pemain, pelatih, dan staf pendukung tim nasional tetap mendapat pengecualian. Sementara pelancong dari Pantai Gading dan Senegal masih menghadapi pembatasan parsial meski aturan jaminan visa untuk Piala Dunia dicabut.

Selain itu, sejumlah pelancong asing juga sempat menghadapi potensi kewajiban menyerahkan riwayat media sosial kepada otoritas perbatasan Amerika Serikat meski kebijakan tersebut belum diberlakukan secara resmi hingga saat ini.

Situasi tersebut mendorong Amnesty International bersama puluhan organisasi hak sipil dan hak asasi manusia di Amerika Serikat menerbitkan panduan perjalanan khusus Piala Dunia yang memperingatkan wisatawan mengenai iklim kebijakan imigrasi di negara tersebut.

Dalam laporan terbaru bulan ini, American Hotel & Lodging Association menyebut hambatan visa dan situasi geopolitik telah menekan minat wisatawan internasional secara signifikan sehingga pemesanan hotel untuk Piala Dunia masih berada jauh di bawah proyeksi awal.

Asosiasi itu juga menyatakan wisatawan khawatir terhadap lamanya antrean visa, meningkatnya biaya perjalanan, serta ketidakpastian proses pemeriksaan masuk ke Amerika Serikat. FIFA disebut telah mengajukan permintaan pengecualian aturan jaminan visa tersebut selama beberapa bulan terakhir melalui pembahasan bersama Departemen Luar Negeri, Departemen Keamanan Dalam Negeri, dan Gedung Putih.

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic