sdgs

Desa Energi Berdikari, Cara Pertamina Bangun Mandiri Energi di Desa Sei Nagalawan, Serdang Bedagai

Penulis Rangga Bijak Aditya
Jul 18, 2026
Desa Energi Berdikari dukung ketersediaan energi bersih di Desa Sei Nagalawan. (Foto: mangrovekampoengnipah.com)
Desa Energi Berdikari dukung ketersediaan energi bersih di Desa Sei Nagalawan. (Foto: mangrovekampoengnipah.com)

ThePhrase.id -  Desa Sei Nagalawan, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatra Utara menjadi salah satu desa yang berhasil mandiri energi berbasis energi bersih. Desa berpenduduk 3.200 orang ini memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas terpasang sebesar 4,4 kWp dan kapasitas baterai penyimpanan sebesar 10 kWh.

Energi  bersih yang mengalir dari dari PLTS yang dibangun melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina ini dimanfaatkan untuk mendukung produksi UMKM dan ekowisata mangrove.

Energi bersih salah satunya digunakan untuk mendukung pengeringan kerupuk olahan. Dengan energi yang mengalir secara berkelanjutan, para pelaku UMKM yang sebelumnya tergantung dengan cuasa, kini memproduksi kerupuk secara teratur dan kontinyu sesuai dengan kebutuhan pasar.

Energi bersih juga digunakan untuk mendukung ekowisata mangrove yang mendorong pembukaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi desa. Pertamina mendampinginya dengan mendukung aksi penanaman mangrove dan edukasi pelestarian ekosistem pesisir.

Program DEB menjadi salah satu upaya Pertamina dalam mendukung Asta Cita Pemerintah melalui pembangunan kemandirian energi berbasis energi terbarukan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi desa. Energi terbarukan yang dikembangkan disesuaikan dengan potensi lokal sehingga mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Desa Energi Berdikari  Cara Pertamina Bangun Mandiri Energi di Desa Sei Nagalawan  Serdang Bedagai
DEB dukung pengembangan wisata mangrove. (Foto: mangrovekampoengnipah.com)

Hingga akhir Maret 2026, Pertamina telah mengembangkan Program DEB di 262 desa di berbagai wilayah Indonesia, dengan membangun fasilitas penunjang energi terbarukan berupa tenaga surya sebesar 1.302.700 watt-peak (Wp), biogas dan biometana sebesar 959.302 meter kubik per tahun, serta pembangkit mikrohidro berkapasitas 52.500 watt.

Chief Executive Officer (CEO) Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa mengatakan Desa Mandiri Energi merupakan desa yang mampu memenuhi kebutuhan energinya secara mandiri dengan memanfaatkan potensi sumber daya lokal yang berkelanjutan. Berbagai sumber energi yang tersedia di desa antara lain tenaga surya, air, biomassa, atau angin.

“Membangkitkan energi terbarukan di daerah-daerah terpencil justru lebih murah dibandingkan dengan pembangkit listrik dengan menggunakan bahan bakar diesel,” ujar Fabby dalam program Swasembada Energi Melalui Desa Energi Berdikari di TV ONE, Minggu (12/10).  

Dengan beralih dari energi fosil ke energi setempat, imbuh Fabby, biaya produksi listrik menjadi lebih rendah. Manfaat lainnya yakni akses listrik yang kontinu dan terjangkau sehingga mendorong munculnya aktivitas ekonomi produktif di desa. Ketika masyarakat memiliki pasokan listrik yang andal, maka akan menciptakan lapangan kerja di desa yang dapat menambah pendapatan dan memberikan dampak ekonomi yang lebih besar. (Rangga)

Artikel Pilihan ThePhrase

- Advertisement -
 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic