lifestyleTravel

Destination Dupes: Alternatif Liburan ke Destinasi Populer dengan Biaya Lebih Hemat

Penulis Ashila Syifaa
Nov 08, 2026
Ilustrasi destination dupe. (Foto: Magnific.com)
Ilustrasi destination dupe. (Foto: Magnific.com)

ThePhrase.id - Setiap musim liburan, destinasi yang digadang-gadang sebagai “hidden gem” justru kerap dipadati turis dan pendatang. Bali, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Bandung menjadi beberapa contoh destinasi yang tak pernah sepi saat musim liburan tiba. Untuk menghindari keramaian tersebut, banyak traveler mulai mencari alternatif destinasi wisata yang dikenal dengan nama destination dupes.

Istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh perusahaan perjalanan Expedia pada 2023. Tren tersebut muncul setelah Expedia mengamati banyaknya travel influencer yang membagikan destinasi alternatif sebagai pengganti tempat-tempat wisata populer.

Meski telah diperkenalkan sejak beberapa tahun lalu, tren berlibur ke destinasi alternatif yang lebih sepi masih diminati hingga saat ini. Terlebih di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu, banyak masyarakat mulai mencari pilihan liburan yang lebih terjangkau agar tetap bisa menikmati waktu istirahat tanpa harus mengeluarkan biaya besar.

Pada 2024, BBC melaporkan adanya peningkatan pencarian terkait destination dupes. Beberapa di antaranya adalah Taipei yang menjadi alternatif Seoul, Korea Selatan, serta Pattaya yang dipilih sebagai alternatif Bangkok, Thailand.

Kemudian, pada 2025, muncul istilah detour destinations, yaitu tren wisata yang mengajak pelancong mengunjungi tempat-tempat alternatif untuk menghindari overtourism sekaligus mendapatkan pengalaman yang lebih autentik. Tren ini berkembang di tengah meningkatnya perhatian terhadap dampak negatif overtourism di berbagai destinasi wisata populer.

Tidak jauh berbeda, destination dupes juga menawarkan konsep serupa. Wisatawan diajak mencari destinasi alternatif yang lebih sepi, autentik, dan terjangkau sebagai pengganti tempat-tempat wisata yang sudah ramai dikunjungi.

Salah satu contohnya adalah Kazakhstan yang belakangan viral dan dikenal sebagai destination dupe dari sejumlah negara Eropa, khususnya Swiss. Negara ini menawarkan pemandangan alam yang indah dengan vibe yang dianggap serupa. Kazakhstan juga memiliki musim dingin bersalju, sehingga wisatawan bisa menikmati suasana musim dingin layaknya di Eropa. Namun, biaya perjalanan ke negara ini relatif lebih terjangkau, ditambah kemudahan akses bebas visa selama 30 hari bagi pemegang paspor Indonesia.

Adapun beberapa contoh destination dupe yang sering kali disebut sebagai alternatif, seperti

  • Palawan, Filipina sebagai dupe dari Maladewa
  • Ak-Suu, Kyrgyzstan sebagai dupe dari Torres del Paine, Amerika Selatan
  • Lake Maggiore sebagai dupe dari Lake Como, Italia

Destination dupe merupakan situasi yang saling menguntungkan bagi destinasi wisata maupun wisatawan. Tren ini tidak hanya meningkatkan pengalaman berlibur, tetapi juga berpotensi memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal serta mendorong praktik pariwisata yang lebih berkelanjutan. [Syifaa]

 

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic