
ThePhrase.id - Pengamat politik Rocky Gerung turut menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PDIP yang digelar di Beach City International Stadium (BCIS), Ancol, Jakarta, Sabtu (10/1).
Dalam kesempatan itu, Rocky Gerung mengaku menikmati pidato Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Dia menilai pidato Megawati tidak semata-mata fokus pada politik, melainkan pada isu kemanusiaan hingga lingkungan.
“Ada hal yang unik tadi. Orang pasti menunggu Ibu Megawati menyampaikan pidato politik atau isu politik praktis. Tetapi beliau menganggap ada yang lebih penting, yaitu soal kemanusiaan, soal lingkungan, dan soal persahabatan,” kata Rocky, dikutip Minggu (11/1).
“Ini saya menikmati kemampuan Ibu Megawati untuk mengambil isu yang betul-betul menjadi isu milenial hari-hari ini,” imbuhnya.
Rocky mengungkapkan, Megawati membuka pidatonya dengan membahas politik global, termasuk situasi di Venezuela dan prinsip kedaulatan negara.
“Beliau memulai dengan isu global politics, soal Venezuela, soal hak mempertahankan kemerdekaan, dan soal terlarangnya satu negara adikuasa mengambil alih, mencaplok, atau memimpin negara lain,” ucapnya.
Menurutnya, sikap tersebut mencerminkan pemahaman Megawati terhadap dinamika geopolitik dunia sekaligus konsistensi Indonesia dalam menentang imperialisme.
Selain isu geopolitik, Rocky juga menyoroti penekanan Megawati terhadap persoalan perubahan iklim dan etika lingkungan. Ia menilai isu tersebut disampaikan secara tajam dan melampaui pendekatan teknis semata.
“Yang kedua, ada isu yang sangat tajam, yaitu soal climate change, climate strike, dan keinginan negeri ini untuk menjadi pelopor perlindungan lingkungan hidup. Dan itu sangat relevan,” ujarnya.
Rocky menambahkan, pidato Megawati juga menekankan pentingnya solidaritas kemanusiaan sebagai fondasi peradaban. Pesan tersebut, menurutnya, ditanamkan sebagai tugas ideologis kader PDIP.
“Dan yang terakhir, yang paling penting adalah human solidarity, persahabatan antarmanusia. Dan itu dibenamkan sebagai tugas dari kader-kader PDI Perjuangan,” tuturnya.
Meski tidak disampaikan sebagai pidato politik praktis, Rocky menilai pesan-pesan Megawati sarat dengan makna politik yang lebih luas, terutama bagi generasi muda.
“Batin beliau itu bersih. Beliau lega mengucapkan sesuatu yang selama ini ditahan-tahan publik. Akhirnya Megawati melepaskan itu. ‘Saya, Megawati, mengerti keadaan. Saya paham politik. Tetapi politik bukan hanya soal kiri dan kanan, ada urusan yang lebih penting, yaitu tertib dunia internasional yang dikotori oleh arogansi negara adikuasa’,” tandasnya. (M. Hafid)