sportTimnas Indonesia

Di Balik Gelar Juara Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, Ada Kepentingan Besar Gianni Infantino

Penulis Ahmad Haidir
Oct 08, 2026
Keberhasilan Timnas Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 setelah mengalahkan Timnas Thailand melalui adu penalti menjadi penutup dari edisi perdana turnamen yang digagas Presiden FIFA, Gianni Infantino. Foto Instagram Gianni Infantino.
Keberhasilan Timnas Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 setelah mengalahkan Timnas Thailand melalui adu penalti menjadi penutup dari edisi perdana turnamen yang digagas Presiden FIFA, Gianni Infantino. Foto Instagram Gianni Infantino.

Thephrase.id - Keberhasilan Timnas Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 setelah mengalahkan Timnas Thailand melalui adu penalti menjadi penutup dari edisi perdana turnamen yang digagas Presiden FIFA, Gianni Infantino.

Analisis The Guardian, di balik pesta juara di Jakarta tersebut, terdapat perjalanan panjang turnamen yang sejak awal menghadapi pertanyaan mengenai kebutuhan dan masa depannya di tengah keberadaan turnamen Asia Tenggara yang telah berlangsung sejak 1996.

Infantino memang terlihat aktif melakukan kunjungan ke sejumlah asosiasi anggota FIFA di Asia menjelang pemilihan presiden FIFA, termasuk menghadiri peresmian kantor baru di Makau, menandatangani kesepakatan pembangunan stadion nasional di Mongolia, serta membuka lapangan mini FIFA Arena di Uzbekistan.

Sementara posisi sejumlah asosiasi sepak bola Asia dalam persaingan menuju jabatan tertinggi FIFA masih terbagi antara mereka yang mendukung petahana, menentang, menunggu kandidat lain, mengikuti sikap kepemimpinan AFC, maupun belum menentukan pilihan.

Rangkaian kunjungan tersebut berlanjut dengan kehadiran Infantino dalam dua babak final turnamen baru di kawasan Asia Tenggara, setelah pada final Asean Challenge Cup di Hong Kong ia mendapat sambutan berupa nyanyian "FIFA Mafia".

Sebelum dua hari berselang menerima sambutan yang lebih hangat di Indonesia ketika Timnas Indonesia memastikan diri sebagai juara FIFA ASEAN Cup di hadapan sekitar 70 ribu penonton.

FIFA ASEAN Cup diikuti delapan negara, sedangkan FIFA ASEAN Challenge Cup yang berstatus turnamen tingkat kedua melibatkan enam negara dan berakhir dengan kemenangan Timnas Hong Kong atas Timnas Kamboja 2-0.

Penunjukan Indonesia sebagai tuan rumah menjadi salah satu keputusan penting dalam turnamen tersebut karena Timnas Indonesia memiliki motivasi besar untuk meraih gelar setelah sebelumnya belum pernah menjadi juara kompetisi sepak bola Asia Tenggara.

Sedangkan FIFA ASEAN Cup hadir ketika kawasan tersebut sudah memiliki kompetisi dua tahunan yang saat ini dikenal sebagai Piala AFF dan edisi ke-16 turnamen tersebut baru saja dimenangi Timnas Vietnam pada Agustus 2026.

Gagasan menggelar turnamen baru itu disampaikan Infantino ketika menghadiri pertemuan regional ASEAN di Kuala Lumpur pada Oktober 2025, tetapi pengumuman tersebut mendapat respons kurang positif dari AFC.

Pasalnya, FIFA dianggap memasuki wilayah penyelenggaraan turnamen yang selama ini menjadi ranah konfederasi Asia, sementara informasi mengenai format dan penyelenggaraan turnamen juga sempat sulit diperoleh setelah pengumuman awal tersebut.

FIFA sempat mengundang Timnas China dan Timnas India untuk ikut ambil bagian, suatu langkah yang dapat menjangkau potensi penonton sangat besar mengingat jumlah penduduk kedua negara tersebut mencapai sekitar 2,8 miliar jiwa.

Di Balik Gelar Juara Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026  Ada Kepentingan Besar Gianni Infantino
Presiden FIFA, Gianni Infantino, menjadi penggagas FIFA ASEAN Cup 2026. Foto Instagram Gianni Infantino.

Tetapi keduanya akhirnya tidak berpartisipasi dengan Timnas India memilih menghadapi Timnas Brasil, Timnas Panama, dan Timnas Uruguay dalam uji coba, sedangkan Timnas China justru mengalami kekalahan 0-5 dari Timnas Palestina di kandang.

Persoalan lain muncul dari sisi penyiaran dan keikutsertaan negara peserta karena sejumlah negara di kawasan membutuhkan waktu untuk memastikan partisipasi.

Sementara Thailand juga tidak mendaftarkan diri dalam turnamen tersebut sehingga para pendukungnya menyaksikan pertandingan final melalui kanal FIFA.

Meskipun penyelenggaraan pada periode kalender internasional memberikan keuntungan karena negara peserta dapat memanggil para pemain terbaiknya, termasuk mereka yang berkarier di Eropa.

Bagi Infantino, keberlangsungan FIFA ASEAN Cup pada akhirnya masih menjadi tanda tanya karena efektivitas turnamen tersebut dapat dikaitkan dengan sejumlah faktor, termasuk penerimaan negara peserta, perhatian penonton, serta perkembangan agenda sepak bola regional.

Sedangkan apakah turnamen ini akan kembali digelar di Asia Tenggara pada masa mendatang atau justru berakhir setelah edisi pertamanya masih bergantung pada perkembangan ke depan.

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic