sport

Di Balik Isu Boikot Piala Dunia 2026, Ada Kontrak yang Mengikat Negara Peserta

Penulis Rangga Bijak Aditya
Feb 01, 2026
Jadwal Timnas Inggris di Piala Dunia 2026. (Foto: Instagram Timnas Inggris)
Jadwal Timnas Inggris di Piala Dunia 2026. (Foto: Instagram Timnas Inggris)

ThePhrase.id- Timnas Inggris disebut berpotensi tetap wajib tampil di Piala Dunia 2026 meskipun sempat muncul wacana boikot yang dikaitkan dengan situasi politik Amerika Serikat sebagai salah satu tuan rumah utama turnamen tersebut.

Piala Dunia 2026 akan digelar di tiga negara, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, dengan Amerika Serikat menjadi lokasi mayoritas pertandingan pada ajang yang berlangsung di tengah pemerintahan Presiden Donald Trump.

Dalam beberapa waktu terakhir, kebijakan imigrasi Amerika Serikat, keberadaan Immigration and Customs Enforcement (ICE), larangan perjalanan, serta arah kebijakan luar negeri menjadi isu yang memicu kekhawatiran di kalangan suporter dan federasi sepak bola.

Kekhawatiran tersebut berkembang menjadi diskursus tentang kemungkinan boikot, meskipun pembahasan itu lebih banyak bergulir di ruang publik dan media tanpa adanya pernyataan resmi dari federasi peserta.

Pada 31 Januari 2026, Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) menggelar pertemuan internal untuk membahas apakah opsi boikot layak dipertimbangkan, sebelum akhirnya memastikan bahwa tim nasional Jerman tetap akan ambil bagian dalam Piala Dunia 2026.

Dengan waktu kurang dari lima bulan menuju dimulainya turnamen, pembicaraan mengenai potensi boikot dan dampaknya terhadap peserta diperkirakan masih akan terus muncul di tengah persiapan teknis dan administratif.

FIFA hingga kini tidak pernah menyampaikan adanya rencana mengecualikan negara peserta, dan tidak ada satu pun asosiasi sepak bola nasional yang secara resmi menyatakan niat untuk memboikot turnamen tersebut.

Salah satu faktor yang jarang diketahui publik adalah keberadaan perjanjian kontraktual antara FIFA, penyelenggara turnamen, dan asosiasi sepak bola nasional setelah sebuah negara memastikan kelolosan ke putaran final.

Di Balik Isu Boikot Piala Dunia 2026  Ada Kontrak yang Mengikat Negara Peserta
Timnas Inggris diyakini tidak akan memboikot Piala Dunia 2026. (Foto: Instagram Timnas Inggris)

Profesor Simon Chadwick, akademisi olahraga internasional yang pernah menjadi penasihat FIFA dan FC Barcelona, menilai kemungkinan terjadinya boikot secara massal sebagai sesuatu yang kecil untuk terwujud.

"Menggalang dukungan di sekitar satu pesan yang sama akan sangat sulit, meskipun boikot secara individual tidak bisa sepenuhnya dikesampingkan," ujar Chadwick dilansir Sport Bible.

Ia menjelaskan bahwa menjelang turnamen besar seperti Piala Dunia, biasanya terdapat kontrak yang mengikat antara FIFA, turnamen, dan asosiasi sepak bola nasional.

"Saya tidak tahu apakah kontraknya sudah ditandatangani atau belum, tetapi secara implisit memang ada kontrak. Anda tidak sekadar memainkan beberapa pertandingan, lolos, lalu pergi begitu saja," bebernya.

"Akan ada perjanjian kontraktual yang berlaku antara FIFA, turnamen, dan asosiasi nasional seperti Asosiasi Sepak Bola Inggris. Jika Anda secara sepihak memilih untuk melanggar kontrak yang ada, maka berpotensi akan ada sanksi. Anda akan dikenai sanksi sebagai akibat dari hal tersebut," tegasnya.

Ketika ditanya mengenai kemungkinan adanya kontrak serupa yang mengikat pemain secara individual, Chadwick menilai proses dialog akan menjadi langkah utama sebelum keputusan diambil.

"Saya pikir akan ada proses pembahasan dan dialog antara pemain dan Asosiasi Sepak Bola Inggris, sebelum bersama-sama mereka menemukan cara paling tepat untuk mengelola situasi ini," lanjutnya.

"Namun, secara efektif, jika Anda seorang pemain dan berkata, 'Baik, saya tidak akan naik pesawat hari ini karena saya tidak setuju dengan apa yang terjadi di Amerika Serikat', maka secara teknis Anda berada dalam posisi melanggar kontrak," tambahnya. (Rangga)

Tags Terkait

Artikel Pilihan ThePhrase

- Advertisement -
 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic