
Thephrase.id - Kurang dari sepekan sebelum Piala Dunia 2026 dimulai, perhatian tidak hanya tertuju pada persaingan di lapangan, tetapi juga pada polemik tiket yang hingga kini masih menyisakan banyak pertanyaan mengenai harga, ketersediaan, dan transparansi penjualannya.
FIFA sebelumnya menyampaikan bahwa seluruh pertandingan telah terjual habis, akan tetapi berbagai platform penjualan tiket masih memperlihatkan ribuan kursi yang tersedia, termasuk untuk sejumlah pertandingan yang melibatkan negara-negara dengan daya tarik pasar yang lebih kecil.
Temuan sejumlah pihak menunjukkan bahwa tiket untuk beberapa laga bahkan mulai dijual kembali dengan harga yang lebih rendah dibandingkan harga resmi, baik melalui platform resale milik FIFA maupun situs penjualan tiket pihak ketiga.
Situasi tersebut memunculkan pertanyaan baru mengenai kondisi sebenarnya dari penjualan tiket turnamen terbesar dalam sejarah Piala Dunia yang akan berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Di tengah ketidakjelasan itu, jaksa agung dari New York dan New Jersey resmi membuka penyelidikan terhadap praktik penjualan tiket FIFA setelah muncul tuduhan mengenai kemungkinan penggelembungan harga dan informasi yang dinilai menyesatkan bagi para penggemar.
Dokumen penyelidikan tersebut menyoroti proses penjualan yang dianggap kurang transparan karena FIFA tidak pernah mempublikasikan struktur harga secara menyeluruh sebelum para pemenang undian diminta menyelesaikan pembayaran tiket mereka.
Melansir BBC, beberapa penggemar bahkan disebut membeli tiket dalam kategori harga tertentu tetapi kemudian menerima kursi yang nilainya lebih rendah dan posisinya lebih jauh dari lapangan dibandingkan yang mereka harapkan saat melakukan pembelian.
Masalah lain muncul ketika FIFA menerapkan sistem harga variabel yang memungkinkan perubahan harga pada setiap tahap penjualan berdasarkan tingkat permintaan. Sementara kategori kursi baru dengan harga lebih mahal juga diperkenalkan tanpa tersedia pada fase undian sebelumnya.
Pada Februari 2026, Presiden FIFA, Gianni Infantino, sempat menyatakan bahwa seluruh pertandingan telah habis terjual meski masih ada sejumlah tiket yang disimpan untuk penjualan menjelang hari pertandingan.
"Setiap pertandingan sudah terjual habis. Tentu saja kami menyimpan beberapa tiket untuk penjualan menit-menit terakhir, tetapi setiap pertandingan sudah terjual habis," tegasnya.
Akan tetapi, data yang dihimpun TicketData menunjukkan gambaran berbeda karena pada akhir pekan lalu masih terdapat sekitar 74 ribu tiket yang tersedia untuk 86 pertandingan dari total 104 laga yang akan dimainkan sepanjang turnamen.
Jumlah tersebut sempat turun drastis hanya dalam hitungan jam sebelum kembali meningkat beberapa hari kemudian Pada saat yang sama ketersediaan tiket di platform lain seperti SeatGeek justru terlihat bertambah, memunculkan spekulasi mengenai perpindahan inventaris tiket yang belum terjual.
Perbedaan harga juga terlihat mencolok pada sejumlah pertandingan, ketika tiket resmi yang dijual FIFA dengan harga ratusan dolar Amerika Serikat atau jutaan rupiah dapat ditemukan kembali di pasar sekunder dengan nilai yang jauh lebih rendah dibandingkan harga awalnya.
Hingga kini belum ada penjelasan resmi mengenai perubahan jumlah tiket yang tersedia maupun asal-usul ribuan tiket yang muncul di berbagai platform penjualan ulang. Sementara FIFA belum memberikan tanggapan atas berbagai pertanyaan yang diajukan terkait proses distribusi tiket tersebut.