e-biz

Di Balik Pengembangan Biofuel, Ada Tantangan Logistik Nasional

Penulis Nadira Sekar
May 26, 2026
Foto: Ilustrasi kapal distribusi Pertamina (dok. Pertamina)
Foto: Ilustrasi kapal distribusi Pertamina (dok. Pertamina)

ThePhrase.id - Di tengah dorongan pemerintah untuk mempercepat transisi energi bersih, pengembangan biofuel berbasis Fatty Acid Methyl Ester (FAME) menjadi salah satu pilar utama bauran energi nasional. FAME sendiri merupakan bahan bakar nabati yang dihasilkan dari pengolahan minyak nabati, terutama kelapa sawit, yang digunakan sebagai campuran biodiesel.

Namun di balik ambisi tersebut, ada tantangan yang sering terabaikan, yakni kesiapan rantai pasok dan sistem distribusi yang menopangnya.

Target peningkatan pemanfaatan biodiesel, termasuk rencana campuran hingga B50 pada 1 Juli 2026, tidak hanya soal peningkatan produksi energi hijau. Lebih dari itu, keberhasilannya sangat ditentukan oleh kemampuan infrastruktur logistik dalam memastikan distribusi berjalan aman, stabil, dan tepat waktu di seluruh wilayah Indonesia.

Dalam praktiknya, distribusi FAME menghadapi tantangan struktural. Kondisi pasokan dan permintaan FAME di sejumlah wilayah tidak merata. Distribusi FAME harus dilakukan lintas wilayah untuk memenuhi kebutuhan biodiesel di daerah yang mengalami kekurangan pasokan.

Ketimpangan lokasi produksi FAME yang terkonsentrasi di Sumatra menciptakan rantai distribusi yang panjang, kompleks, dan berbiaya tinggi. Kondisi ini juga menuntut kehati-hatian lebih karena karakteristik FAME yang relatif sensitif terhadap penurunan kualitas selama proses pengiriman jarak jauh.

Sebagai negara kepulauan, Indonesia sangat bergantung pada jalur laut dalam distribusi energi. Karena itu, logistik maritim menjadi elemen yang tidak terpisahkan, termasuk metode Ship-to-Ship (STS), yaitu pemindahan kargo dari kapal ke kapal untuk mendukung fleksibilitas distribusi di wilayah dengan keterbatasan infrastruktur pelabuhan.

Di Balik Pengembangan Biofuel  Ada Tantangan Logistik Nasional
Foto: Infografis Tantangan Logistik Nasional di Balik Biofuel (dok. ThePhrase.id/Nadira)

Kebutuhan akan sistem distribusi yang lebih fleksibel dan andal tersebut mulai tercermin dalam penguatan layanan logistik energi di lapangan. Salah satunya melalui kerja sama PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) dalam penyediaan jasa penyewaan kapal dan pengelolaan STS untuk Proyek FAME Balikpapan 2026 bersama PT Pertamina Patra Niaga, serta mitra dari BUBBN dan APROBI.

Kerja sama ini mencakup penyediaan armada dan layanan pendukung seperti floating storage, harbour tug, dan shuttle vessel untuk memastikan kelancaran distribusi biofuel nasional.

“Kolaborasi ini memperkuat bisnis Integrated Maritime Solution melalui layanan marine services, support vessel, port operation, dan shorebase yang andal dalam mendukung kebutuhan energi nasional,” ujar Direktur Pemasaran PTK, Albertus Budi Anto Santosa.

Melalui sinergi tersebut, PTK berharap proses transfer muatan dengan metode Ship-to-Ship (STS) dapat berjalan optimal dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan, keamanan, dan keandalan operasional. Standar operational excellence disebut menjadi prioritas utama di seluruh rangkaian kegiatan distribusi FAME 2026. [nadira]

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic