sportPiala Dunia 2026

Di Balik Penutupan Logo dan Ambush Marketing: Perang Senyap FIFA dan Brand Non-Sponsor

Penulis Ahmad Haidir
Jun 27, 2026
FIFA dalam penyelenggaraan Piala Dunia 2026 menempatkan Levi's, Heinz, dan Beats di luar daftar sponsor resmi. Foto FIFA.
FIFA dalam penyelenggaraan Piala Dunia 2026 menempatkan Levi's, Heinz, dan Beats di luar daftar sponsor resmi. Foto FIFA.

Thephrase.id - FIFA dalam penyelenggaraan Piala Dunia 2026 menempatkan Levi's, Heinz, dan Beats di luar daftar sponsor resmi, akan tetapi ketiga merek tersebut justru muncul sebagai bagian paling banyak diperbincangkan selama turnamen berlangsung.

Levi's yang tidak termasuk dalam daftar mitra komersial utama Piala Dunia 2026 tetap menjadi perhatian setelah identitas visualnya di sekitar Levi's Stadium San Francisco ditutup menggunakan penutup putih.

Di dalam ruang media, sejumlah elemen visual dari Heinz pada botol saus juga terlihat ditutup dengan lakban untuk menghindari eksposur yang tidak berizin.

Sementara itu, pemain Timnas Jerman, Jamal Musiala, tercatat menggunakan headphone Beats yang logonya ditutupi sebelum pertandingan dimulai.

FIFA sebagai induk organisasi sepak bola dunia menerapkan kebijakan pembatasan visual untuk melindungi nilai eksklusivitas yang dimiliki sponsor resmi Piala Dunia 2026.

Dalam struktur komersial turnamen, sponsor resmi membayar biaya besar untuk memperoleh hak eksklusif asosiasi dengan Piala Dunia.

Sistem ini juga mencakup pengaturan ketat terhadap penggunaan merek di stadion, ruang media, hingga atribut yang dikenakan pemain dan penonton.

Melansir BBC, praktik yang menghindari pembayaran sponsorship akan tetapi tetap mendapatkan eksposur melalui momen turnamen dikenal sebagai ambush marketing dan telah menjadi perhatian FIFA sejak 1994.

Pada Piala Dunia 2006, sejumlah suporter Belanda diminta melepas pakaian bermerek Bavaria karena tidak sesuai dengan sponsor resmi yang ditetapkan.

Insiden tersebut kemudian menjadi perhatian luas setelah seorang suporter diketahui tetap menonton pertandingan tanpa pakaian tersebut, yang kemudian menyebar ke publik internasional.

Pada tahun 2010, maskapai Kulula menarik kampanye yang secara tidak langsung merujuk pada Piala Dunia, akan tetapi penarikan tersebut justru meningkatkan perhatian publik terhadap kampanye tersebut.

Pada Piala Dunia 2014, Sony sebagai sponsor resmi menghadapi situasi di mana Beats tetap digunakan oleh pemain di luar area resmi meskipun produk tersebut tidak diizinkan dalam aktivitas turnamen.

Dalam perkembangan terbaru, respons publik terhadap tindakan pembatasan justru memperluas jangkauan eksposur Levi’s, Heinz, dan Beats melalui percakapan digital dan media sosial yang berkembang selama turnamen berlangsung.

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic