Diana M Putri, Desainer Langganan Artis Korea hingga Hollywood

- Advertisement -spot_imgspot_img

ThePhrase.id – Nama Diana M Putri sudah tak asing lagi dalam dunia fashion internasional. Ia adalah perancang busana, pendiri sekaligus pemilik dari rumah mode Diana Couture yang telah langganan dikenakan oleh artis-artis Hollywood hingga kini merambah ke artis Korea Selatan.

Beberapa artis Hollywood yang mengenakan gaun dan pakaian buatan Diana Couture antara lain Ariana Grande pada penampilannya di MTV VMA 2018, Janet Jackson, Nicki Minaj, Carrie Underwood, Camila Cabello, Megan Trainor, Lady Gaga, hingga Paris Hilton.

Selain itu, baru-baru ini, girl group asal Korea Selatan yang mendunia, Blackpink comeback dengan album baru yang berjudul Born Pink. Pada album tersebut, para member Blackpink yang terlihat mengenakan pakaian bernuansa hitam ternyata adalah buatan Diana.

Keempat anggota Blackpink mengenakan pakaian buatan Diana Couture. (Foto: Instagram/dianamputri)

Bahkan, pada video klip salah satu lagunya yang berjudul Shut Down, member dari Blackpink bernama Jennie terlihat mengenakan sebuah atasan berwarna putih yang terbuat dari mutiara. Atasan tersebut adalah buatan desainer Indonesia, Diana Couture dan sukses membuat gempar Indonesia.

Berasal dari Mojokerto

Usut punya usut, Diana adalah ‘wong deso’ atau berasal dari desa. Pada wawancaranya di acara Kick Andy, Diana mengiyakan pertanyaan Andy F. Noya yang bertanya apakah ia berasal dari Mojokerto.

“Diana kalau tadi aku bilang Diana dari Mojokerto itu bener ya?” tanya Andy.

“Bener banget, saya lahir di Mojokerto,” jawab Diana.

“Jadi arek ndeso iki ya? tanya Andy.

Arek ndeso,” jawab Diana sembari tertawa.

Diana M Putri. (Foto: Instagram/dianamputri)

Meski bukan berasal dari kota besar, tidak berarti ia tak bisa berkarya dan memiliki kesempatan yang sama dengan orang lain.

Berawal dari susah mencari baju

Awal mula dirinya menjadi seorang perancang busana adalah bukan karena keinginan menjadi seorang desainer, melainkan karena kendala susah mencari baju untuk dirinya sendiri.

“Jadi bermula dari saya ini orangnya rada susah untuk mencari baju untuk diri sendiri. Jadi saya orangnya picky banget. Kalau pakai baju itu kadang saya suka fabricnya, gak suka siluet. Suka siluetnya, gak suka patternnya. Jadi akhirnya kepikiran untuk bikin sendiri. Ceritanya bermula dari situ,” tutur Diana.

Bermula dari membuat untuk diri sendiri, ternyata orang-orang di sekitarnya yang melihat tertarik dan juga ingin dibuatkan baju oleh Diana.

Diana M Putri. (Foto: Instagram/dianamputri)

“Dari bikin sendiri kemudian banyak teman-teman yang pengin dibikinin. Dari situ berkembanglah, gak sampe dua bulan itu udah banyak klien saya. Dari luar kota, dari daerah sekitar Surabaya,” lanjut perempuan lulusan Sastra Inggris, Universitas Kristen Petra Surabaya tersebut.

Karena skalanya semakin besar, dari teman hingga orang-orang di sekitar Surabaya, tempatnya menimba ilmu di perguruan tinggi, maka nama Diana makin dikenal luas. Belum lagi sosial media yang mulai booming, menjadi perantara produk-produk Diana.

“Sampai akhirnya tahun 2014 itu mulai booming Instagram. Saya akhirnya punya Instagram, yaa cuman upload-upload foto aja, akhirnya mulailah artis-artis dari Jakarta bikin baju. Kemudian saya juga berkolaborasi dengan beberapa stylist untuk acara-acara TV,” tutur Diana.

Hebatnya, Diana justru tidak memiliki latar belakang fashion. Ia juga tidak secara formal belajar fashion design. Seperti yang disebut di atas, ia adalah lulusan Sastra Inggris, Universitas Kristen petra Surabaya.

Diana M Putri. (Foto: Instagram/dianamputri)

Mulai tenar di kancah internasional

Jangkauan Diana Couture makin meluas. Dari yang hanya sekitar area Surabaya kemudian merambah ke Ibu Kota untuk selebriti Tanah Air. Hingga akhirnya di tahun 2015 Diana terpilih untuk dikurasi mengikuti Couture Fashion Week di New York, Amerika Serikat.

“Tahun 2015 itu saya terpilih untuk dikurasi untuk mengikuti Couture Fashion Week New York. Dan itu adalah fashion show pertama saya. Jadi kerja mulai tahun 2009 sampai 2015, sekali pun gak pernah mengadakan fashion show, gak pernah bikin koleksi, cuma kerja doang,” jelasnya.

Belum pernah mencicipi fashion show di negara sendiri, Diana langsung terbang ke Negara Paman Sam untuk mengikuti ajang internasional yang ditonton masyarakat dunia. Ia mengatakan ada tekanan karena brandnya dijadikan pembukaan dari seluruh perhelatan acara tersebut, yang diikuti 50 negara dan 200 fashion designer.

Diana M Putri. (Foto: Instagram/dianamputri)

Padahal, ia tidak memiliki pengalaman mengikuti fashion show. Maka dari itu, ia merasakan tekanan yang luar biasa. Namun, tanpa disangka, Diana justru meraih Best Fashion Designer pada Couture Fashion Week New York 2015 tersebut.

Yang lebih hebatnya lagi, ia merupakan perempuan Asia pertama yang mendapatkan penghargaan tersebut. Dan ia merupakan orang pertama yang mendapatkan penghargaan itu setelah 10 tahun vakum.

Menjadikan budaya Indonesia sebagai inspirasi

Keberhasilannya dalam ajang fashion show pertamanya tersebut tak lepas dari unsur-unsur budaya Indonesia yang ia tampilkan dalam karya-karya busananya. Ia menggali nilai-nilai budaya, seni, cerita-cerita, serta sejarah Indonesia yang ia sematkan pada karyanya.

Keanekaragaman budaya Indonesia tersebut menjadi inspirasi untuk karyanya yang kemudian ia sematkan pada busana-busana buatannya tersebut. Ini menjadikan nilai tambah untuk Diana Couture dan yang membedakannya dengan perancang busana lainnya.

Salah satu busana karya Diana yang menggunakan kain tenun NTT. (Foto: Instagram/dianamputri)

Budaya Indonesia yang ia gunakan pada busana perdananya di fashion show di New York juga menjadi alasan penting kesuksesan Diana. Pasalnya, Diana mengambil Garuda sebagai inspirasi koleksi yang ia tampilkan pada fashion show tersebut.

Ia juga membuat video teaser yang berlatarkan Candi Borobudur. Sehingga, banyak masyarakat dunia yang penasaran akan budaya yang ditampilkan oleh Diana Couture tersebut.

Hingga saat ini, Diana menggunakan berbagai budaya Indonesia sebagai inspirasinya. Begitu juga yang ia desain untuk artis-artis internasional yang menjadi kliennya. “Kita ini sudah dikasih Ibu Pertiwi yang begitu kaya. Kenapa kita gak mengexplore? Kan sayang banget,” ujar Diana. [rk]

- Advertisement -spot_img

You might also likeRELATED
Recommended to you