sportPiala Dunia 2026

Dikecam UEFA hingga AFC, Proposal Rp325 Triliun FIFA Ambruk! Gianni Infantino Batalkan Proyek Penjualan Piala Dunia

Penulis Ahmad Haidir
Aug 01, 2026
FIFA awalnya berencana memisahkan aset-aset komersialnya, termasuk Piala Dunia dan Piala Dunia Antarklub putra maupun putri, ke dalam sebuah perusahaan bernilai 20 miliar dolar AS. Foto Instagram Gianni Infantino.
FIFA awalnya berencana memisahkan aset-aset komersialnya, termasuk Piala Dunia dan Piala Dunia Antarklub putra maupun putri, ke dalam sebuah perusahaan bernilai 20 miliar dolar AS. Foto Instagram Gianni Infantino.

Thephrase.id - Presiden FIFA, Gianni Infantino, resmi membatalkan proposal pembentukan FIFA Forward Enterprise (FFE), proyek yang sebelumnya dirancang untuk membuka kepemilikan sebagian bisnis komersial FIFA kepada investor swasta dan mengelola sejumlah kompetisi utama termasuk Piala Dunia.

Pemicunya setelah gelombang penolakan datang dari berbagai konfederasi, pejabat internal FIFA, hingga ancaman boikot dari negara-negara Eropa.

Keputusan tersebut diumumkan Infantino melalui pernyataan pada Jumat, 31 Juli 2026, hanya beberapa hari setelah rencana itu pertama kali mencuat ke publik dan memicu perdebatan luas di lingkungan sepak bola internasional.

Dalam proposal yang diajukan, FIFA berencana memisahkan aset-aset komersialnya, termasuk Piala Dunia dan Piala Dunia Antarklub putra maupun putri, ke dalam sebuah perusahaan bernilai 20 miliar dolar AS (Rp360 triliun) dengan kepemilikan 20 persen berada di tangan investor swasta.

Investor utama yang disebut dalam rencana tersebut adalah sebuah perusahaan investasi yang berbasis di New York dan didirikan Joshua Kushner, adik dari Jared Kushner yang merupakan menantu Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

"Setelah mendengarkan dengan saksama seluruh pandangan yang disampaikan, menjadi jelas bahwa proyek ini telah menciptakan perpecahan yang sifatnya, terlepas dari tingkat dukungan yang ada, tidak lagi sejalan dengan tujuan yang sejak awal ingin dicapai," beber Infantino.

Infantino menjelaskan bahwa FIFA sejak awal menempatkan konsultasi dengan asosiasi anggota, konfederasi, Dewan FIFA, dan pemangku kepentingan lainnya sebagai syarat utama sebelum proyek tersebut dijalankan, dengan tujuan memperkuat pengembangan sepak bola terutama di negara-negara yang membutuhkan dukungan lebih besar.

"Tujuan kami selalu sama, yakni menyatukan dan membuat sepak bola menjadi lebih baik, dan tujuan itu akan selalu menjadi landasan kami," bebernya.

Gelombang tekanan terhadap proposal tersebut semakin kuat setelah dua pejabat senior FIFA secara terbuka menyampaikan kritik pada hari yang sama, termasuk Carlos Cordeiro yang mengundurkan diri dari posisinya sebagai penasihat presiden FIFA sebagai bentuk protes terhadap rencana penjualan sebagian kepemilikan bisnis Piala Dunia.

Dalam pernyataannya, mantan Presiden Federasi Sepak Bola Amerika Serikat itu menegaskan dirinya tidak dapat mendukung langkah FIFA yang mempertimbangkan penjualan saham dalam aset paling berharga milik sepak bola dunia dan bahkan mendorong pejabat senior lainnya untuk ikut bersuara.

Beberapa jam setelah pengunduran diri Cordeiro, Chief Operating Officer FIFA, Kevin Lamour, juga menyampaikan kritik keras dengan menyebut staf FIFA tidak mendapatkan keterbukaan yang memadai terkait proses penyusunan proyek tersebut serta menegaskan bahwa rencana itu tidak boleh dilanjutkan.

"Itu adalah proyek satu orang, dan bukan saja proyek ini tidak boleh diteruskan, tetapi saatnya para pemimpin politik sepak bola mengajukan pertanyaan yang tepat dan mengambil keputusan yang tepat," tuturnya.

Penolakan juga datang dari UEFA yang mewakili 55 asosiasi anggota di Eropa. Seluruh anggotanya sepakat untuk memboikot Piala Dunia dan seluruh kompetisi FIFA lainnya apabila proposal tersebut tetap dijalankan, sebelum kemudian disusul sikap serupa dari Konfederasi Sepak Bola Amerika Utara, Tengah, dan Karibia (Concacaf) serta Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).

"Sebagai hasil dari seluruh proses tersebut, proposal ini tidak akan dilanjutkan, dan ke depan saya ingin kembali mempertemukan seluruh pihak terkait dalam beberapa hari dan pekan mendatang dengan semangat kepentingan bersama bagi permainan ini serta tujuan untuk terus mengembangkan sepak bola di seluruh dunia, terutama di negara-negara yang paling membutuhkan dukungan kami," tutup Infantino. 

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic