
ThePhrase.id - Afghanistan dilanda krisis kemanusiaan berkepanjangan selama beberapa tahun terakhir. Banyak warga dilaporkan meninggal akibat kelaparan.
Sejumlah keluarga bahkan mengambil langkah ekstrim dengan terpaksa menjual anaknya demi menyelamatkan keluarga lainnya dari kelaparan dan kematian.
"Jika saya menjual satu anak, uangnya bisa menghidupi anak-anak saya yang lain setidaknya untuk empat tahun ke depan," kata seorang warga Afghanistan bernama Abdul Rashid Azimi yang mengaku terpaksa menjual putrinya, dikutip dari BBC, Senin (25/5).
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebut sebanyak 4,7 juta warga Afghanistan berada dalam kondisi rawan pangan akut.
Saat ini, Afghanistan disebut menjadi salah satu negara dengan krisis kelaparan terbesar di dunia.
Selain menjual anak, warga Afghanistan disebut menikahkan anak perempuannya di usia sangat muda sebagai salah satu cara memperoleh uang atau mengurangi beban ekonomi keluarga.
Situasi krisis di Afghanistan diperparah setelah aset Afghanistan dibekukan dan mendapat sanksi internasional usai Taliban mengambil alih kekuasaan.
Walhasil, sejumlah negara seperti Amerika Serikat hingga Inggris menghentikan pemberian bantuan yang selama ini dialirkan.
Selain krisis ekonomi, lebih dari separuh provinsi di Afghanistan juga dilanda kekeringan berkepanjangan yang membuat pertanian di negara itu hancur. (M Hafid)