
ThePhrase.id - Pengamat digital forensik Rismon Hasiholan Sianipar mengatakan video yang menjadi objek laporan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK) ke Bareskrim Polri adalah hasil rekayasa AI.
Menurut Rismon, video hasil rekayasa AI itu bersumber dari videonya yang diunggah di kanal YouTube Balige Academy yang direkam pada 11 Maret 2026.
"Jadi itu adalah produk AI, saya katakan saya adalah korban dari produk AI," kata Rismon di Gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (15/4).
Rismon kemudian meminta Mabes Polri mengusut secara forensik digital pihak yang membuat dan pertama kali mengunggah video hasil rekayasa AI tersebut.
Selain itu, dia juga menyesalkan tidak adanya ketelitian pihak JK sehingga langsung melaporkan dirinya ke polisi. Dia menegaskan tidak bertanggung jawab atas video tersebut.
"Saya sebagai korban tidak bertanggung jawab terhadap isi informasi visual maupun audio yang ada di dalam video AI tersebut," tandasnya.
Dalam video yang beredar, Rismon mengungkapkan bahwa ada beberapa sosok elite yang terlibat dalam kasus ijazah palsu Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi). Para elite itu juga menjadi penyokong dana bagi para penggugat dalam perkara tersebut.
Salah satu elite yang disebut di dalam video tersebut adalah JK. Dia disebut menyokong dana Rp5 miliar ke Roy Suryo dan kawan-kawan.
"Ada pejabat elite di balik tuduhan kasus ijazah Pak Jokowi di mana Jusuf Kalla ikut mendanai Roy Suryo dan Tifa kurang lebih Rp5 miliar. Dan saya ikut menyaksikan pertemuan tersebut," bunyi dalam video tersebut.
JK membantah tudingan keterlibatan dan pemberian modal kepada para penggugat ijazah Jokowi.
"Saya tidak pernah terlibat dalam hal tersebut dan tidak pernah membantu atau apa pun dengan cara apa pun (kepada) Roy Suryo dan Rismon," kata JK beberapa waktu lalu.
Seiring dengan sangkalan yang dilakukan, JK melaporkan Rismon atas pencemaran nama baik dan fitnah ke Bareskrim Polri pada Rabu (8/4).
"Ya, saya melaporkan Saudara Rismon Sianipar atas perbuatannya yang saya anggap merugikan saya," kata JK di Bareskrim Polri. (M Hafid)