
Thephrase.id - Penghargaan Football Black List edisi 2025 kembali dirilis dengan menempatkan sejumlah figur sepak bola kulit hitam atas kontribusi mereka di luar lapangan, termasuk bek Timnas Wanita Inggris, Jess Carter, penyerang Arsenal, Eberechi Eze, serta gelandang Fulham, Alex Iwobi.
Ajang tahunan yang pertama kali digelar pada 2008 tersebut dirancang untuk mengapresiasi kiprah serta pencapaian individu kulit hitam yang bekerja di berbagai sektor dalam dunia sepak bola, mulai dari pemain hingga pelaku industri di balik layar.
Nama Carter masuk dalam daftar setelah sebelumnya menjadi sasaran pelecehan rasial ketika memperkuat Timnas Wanita Inggris dalam kemenangan di Euro 2025. Penyelenggara menilai pemain berusia 28 tahun itu sebagai sosok yang konsisten menyuarakan perubahan budaya serta akuntabilitas di lingkungan sepak bola.
Sementara itu, Eze yang berusia 27 tahun mendapat pengakuan berkat yayasan yang ia bangun dengan fokus pada pemberdayaan generasi muda di London selatan melalui jalur pendidikan dan olahraga.
Di sisi lain, Iwobi yang kini berusia 29 tahun juga diapresiasi lewat proyek sosialnya yang menyasar komunitas kurang terlayani melalui turnamen sepak bola, program pendampingan, serta berbagai inisiatif pengembangan.
Edisi 2025 menjadi catatan tersendiri karena untuk pertama kalinya jumlah perempuan yang masuk daftar lebih banyak dibandingkan laki-laki, dengan keseluruhan nama disusun dalam sembilan kategori berbeda.
Sejumlah tokoh perempuan turut masuk dalam daftar tersebut, di antaranya konsultan dan penyiar Liz Ward, kapten Oxford United Naomi Bedeau, pelatih sekaligus koordinator pengembangan Shakira Waithe, serta mantan jurnalis BBC Sport Jessica Creighton.
Salah satu pendiri daftar tersebut, Leon Mann, menegaskan bahwa perempuan kulit hitam kerap menghadapi hambatan besar baik dalam olahraga maupun kehidupan sosial sehingga pengakuan ini mencerminkan kemampuan serta ketahanan mereka.
"Perempuan kulit hitam sering menghadapi hambatan besar dalam olahraga dan masyarakat, sehingga pengakuan ini menjadi bukti bakat dan ketahanan mereka, dan saya berharap visibilitas ini dapat menginspirasi generasi mendatang," tegasnya dilansir BBC.
Selain itu, daftar juga memuat sejumlah nama lain seperti mantan bek Arsenal, Liverpool, dan Manchester City Kolo Toure, eks pemain Liga Inggris Nathan Dyer, hingga CEO Manchester United, Omar Berrada.
Mann juga menyinggung perkembangan representasi di level manajemen yang kini mulai berubah, terutama dengan kehadiran sosok eksekutif klub besar dalam daftar tersebut.
"Ada masa ketika melihat CEO dari salah satu klub terbesar di dunia berdampingan dengan pelatih elite terasa seperti mimpi yang jauh, tetapi pada 2026 saya kini mengharapkan hal itu menjadi hal yang biasa," bebernya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa peningkatan representasi dalam kepemimpinan dan kepelatihan masih memerlukan upaya lanjutan agar inklusivitas di sepak bola dapat terus berkembang.
Daftar ini disusun berdasarkan nominasi yang dikumpulkan dan diseleksi oleh panel ahli yang melibatkan perwakilan Premier League, Football Association, English Football League, League Managers Association, Professional Footballers' Association, badan wasit PGMOL, serta kampanye anti-diskriminasi Kick It Out.