
Thephrase.id - Kedatangan Liam Rosenior sebagai pelatih baru Chelsea membawa harapan baru, namun kekalahan 1-2 dari Fulham pada Rabu, 7 Januari 2026 justru menegaskan besarnya pekerjaan yang kini menanti pria berusia 41 tahun tersebut.
Rosenior menyebut penunjukan dirinya sebagai salah satu momen paling membanggakan dalam hidupnya, tetapi realitas di lapangan menunjukkan Chelsea harus keluar dari lima besar Premier League untuk pertama kalinya sejak Agustus 2025.
Duduk di tribune direktur bersama salah satu pemilik klub Behdad Eghbali dan jajaran pimpinan olahraga, Rosenior menyaksikan langsung tim yang kini ia tangani melorot ke posisi kedelapan klasemen sementara.
Ia menggantikan Enzo Maresca yang hengkang setelah hubungannya dengan jajaran pimpinan klub memburuk, sementara Rosenior didatangkan dari Strasbourg, klub Prancis yang berada dalam kepemilikan yang sama dengan Chelsea.
Keputusan manajemen tersebut mendapat reaksi keras dari pendukung Chelsea yang melontarkan nyanyian protes di laga tandang melawan Fulham, bersamaan dengan performa tim yang kesulitan menandingi rival sekota mereka di atas lapangan.
Chelsea hanya meraih satu kemenangan dari sembilan laga Premier League terakhir dan dua dari 11 pertandingan di semua kompetisi, setelah sempat dipandang sebagai penantang gelar pada November sebelum kini tertinggal jauh dari persaingan papan atas.
Target minimum Chelsea musim ini adalah finis di lima besar demi tiket Liga Champions, sebuah target yang secara matematis masih memungkinkan, namun menuntut perbaikan performa secara cepat dan konsisten.
Hubungan antara The Blues dan pendukung dinilai berada dalam kondisi rapuh, terlebih setelah Chelsea Supporters' Trust merilis survei kritis yang menyoroti kepemimpinan klub hanya beberapa jam setelah Rosenior resmi diperkenalkan.
Survei tersebut menunjukkan lebih dari separuh responden meragukan Chelsea akan meraih kesuksesan dalam tiga hingga lima tahun ke depan di bawah rezim saat ini, dengan proporsi serupa menyatakan minimnya kepercayaan terhadap pengambilan keputusan pemilik klub.
Dalam wawancara pertamanya bersama media resmi klub, Rosenior berulang kali menekankan kata kemenangan sebagai penanda bahwa ia memahami hasil pertandingan menjadi satu-satunya jalan untuk memulihkan kepercayaan yang terkikis.
Rosenior juga menyinggung pengalamannya menghadapi nama-nama besar seperti Didier Drogba, Frank Lampard, dan Michael Essien, sebagai pengakuan atas identitas Chelsea pada era dominasi sebelumnya.
Di tengah tekanan tersebut, Rosenior juga diwarisi persoalan disiplin, setelah Chelsea kembali mencatat kartu merah saat Marc Cucurella diusir keluar lapangan dalam laga melawan Fulham.
"Percayalah pada klub sepak bola yang luar biasa ini, percayalah pada para pemain, dan ketika Anda memberi energi kepada tim, Anda membantu mereka menang, itulah alasan kami berada di sini, saya tidak sabar bertemu dengan mereka dan melakukan itu segera," tegasnya dilansir dari BBC.
Pelatih sementara Chelsea, Calum McFarlane, turut menyoroti masalah disiplin The Blues, terutama setelah tiga kartu kuning tambahan diberikan akibat protes pemain usai kartu merah tersebut, menambah catatan Chelsea sebagai tim dengan jumlah kartu terbanyak di Premier League sejak awal musim 2023-2024.