e-biz

Diversifikasi Investasi: Strategi Mengurangi Risiko Investasi di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

Penulis Firda Ayu
Jul 18, 2026
Ilustrasi Diversifikasi Investasi (Foto: magnific.com/rawpixel.com)
Ilustrasi Diversifikasi Investasi (Foto: magnific.com/rawpixel.com)

ThePhrase.id – Di tengah ketidakpastian ekonomi global, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi mengajak para investor untuk tidak hanya berfokus pada satu instrumen investasi atau melakukan diversifikasi investasi.

Dalam acara Investment Forum CNBC Indonesia 2026, Friderica menekankan bahwa diversifikasi investasi penting dijalankan untuk memperkuat pasar keuangan Indonesia, hingga menjaga integritas sektor jasa keuangan dan mendorong investasi yang inklusif serta berdampak pada sektor riil.

Banyaknya pilihan instrumen investasi seperti pasar modal, bursa karbon, hingga berbagai instrumen keuangan lainnya dapat dimanfaatkan investor untuk memperluas portofolio agar investor tidak bergantung pada satu jenis aset saja, sekaligus membantu menciptakan pasar keuangan yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Lantas, apa sebenarnya yang dimaksud dengan diversifikasi investasi dan mengapa strategi ini penting diterapkan?

Diversifikasi Investasi

Pegadaian menjelaskan bahwa diversifikasi investasi adalah strategi membagi dana ke dalam beberapa jenis aset berharga dengan tujuan mengurangi risiko kerugian dari suatu aset . Prinsip ini dikenal dengan istilah don't put all your eggs in one basket, yang dapat diartikan sebagai prinsip untuk tidak menempatkan seluruh dana pada satu aset saja.

Melalui diversifikasi, ketika salah satu aset mengalami penurunan nilai, aset lainnya yang memiliki kinerja lebih baik dapat membantu menyeimbangkan potensi kerugian tersebut. Strategi ini juga membuat portofolio investasi lebih tahan terhadap perubahan kondisi ekonomi, seperti inflasi, perlambatan ekonomi, hingga gejolak pasar global.

Selain menekan risiko, diversifikasi juga memberikan peluang bagi investor untuk memperoleh keuntungan dari berbagai sumber. 

Jenis Diversifikasi Investasi

Secara umum, diversifikasi investasi dapat dilakukan dalam beberapa jenis.

Diversifikasi aset. Strategi ini dilakukan dengan membagi dana ke berbagai aset yang memiliki karakteristik berbeda, seperti saham, obligasi, emas, hingga uang tunai. Saham menawarkan potensi imbal hasil tinggi, dengan risiko yang lebih besar. Sebaliknya, emas justru cenderung stabil ketika kondisi ekonomi tidak menentu sehingga sering dianggap sebagai aset safe haven.

Diversifikasi sektor. Investor dapat menyebarkan investasinya ke berbagai sektor industri, misalnya sektor perbankan, kesehatan, teknologi, pertambangan, maupun konsumsi. Dengan begitu, ketika salah satu sektor mengalami perlambatan, sektor lain masih berpotensi memberikan kinerja yang positif.

Diversifikasi mata uang, yang dilakukan dengan memiliki aset dalam lebih dari satu mata uang, misalnya rupiah dan dolar Amerika Serikat. Cara ini dapat membantu mengurangi risiko akibat fluktuasi nilai tukar.

Diversifikasi geografis. Tak hanya investasi dalam negeri, investor juga dapat mempertimbangkan  instrumen investasi di pasar internasional. Langkah ini bertujuan mengurangi risiko apabila kondisi ekonomi di suatu negara sedang mengalami tekanan.

Meski demikian, diversifikasi tidak berarti membeli sebanyak mungkin instrumen investasi tanpa perhitungan. Ada beberapa langkah yang perlu diperhatikan agar strategi ini berjalan optimal.

Sebelumnya, investor sebaiknya terlebih dahulu mengenali profil risikonya, apakah termasuk konservatif, moderat, atau agresif. Setelah itu, tentukan komposisi atau alokasi dana yang sesuai dengan tujuan investasi. Portofolio investasi juga perlu dievaluasi secara berkala agar tetap relevan dengan kondisi pasar maupun perubahan target keuangan. [fa]

Artikel Pilihan ThePhrase

- Advertisement -
 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic