
ThePhrase.id - Gempa bumi merupakan salah satu bencana alam yang dapat terjadi secara tiba-tiba dan menimbulkan dampak besar bagi kehidupan manusia. Getaran yang kuat dapat menyebabkan kerusakan bangunan, mengganggu aktivitas masyarakat, hingga membuat banyak orang kehilangan tempat tinggal dan membutuhkan bantuan.
Terjadinya gempa bumi disebabkan karena suatu fenomena alam semisal pergeseran lempeng bumi, pergerakan magma sehingga menimbulkan getaran, dan lain-lain. Namun bagi orang yang beriman, gempa bukan hanya sekedar bencana alam, akan tetapi sebagai tanda peringatan dari Allah SWT agar manusia kembali kepada agamanya dan menjauhi perbuatan maksiat. Allah-lah yang menjadikan pergerakan lempeng bumi dan terjadilah gempa.
Dalam al-Qur’an Surah al-Isra’: 59, Allah SWT telah mengingatkan bahwa bencana alam berupa gempa bumi sebagai peringatan bagi manusia.
“Dan Kami tidak memberi tanda-tanda itu melainkan untuk menakut-nakuti.”
Ulama ahli fiqh, Ibnul Qayyim al-Jauziyah menafsirkan ayat di atas bahwa:
“Allah subhanahu wa ta’ala terkadang mengizinkan bumi untuk bernafas sehingga terjadilah gempa bumi yang dahsyat, maka hamba-hamba Allah menjadi ketakutan dan mau kembali kepada-Nya, meninggalkan kemaksiatan dan merendahkan diri dihadapan Allah serta menyesali perbuatan dosa yang telah dilakukannya” (Kitab al-Jawab al-Kaafy).
Di samping sebagai sebuah fenomena alam, gempa bumi dalam pandangan Islam dapat dipandang sebagai salah satu bentuk ujian kehidupan. Allah SWT mengingatkan bahwa manusia akan menghadapi berbagai ujian, termasuk rasa takut, kehilangan, dan kesulitan.
Firman Allah dalam QS. al-Baqarah: 155:
“Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.”
Musibah Terjadi Akibat Perbuatan Manusia Sendiri
Segala bentuk musibah dan kesulitan duniawi tidak lain adalah disebabkan dosa dan perbuatan manusia.
Allah Ta’ala berfirman:
“Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka itu dari (kesalahan) dirimu sendiri” (An-Nisa: 79).
Peringatan Nabi Muhammad SAW atas Perilaku Manusia
Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam berpesan dengan sungguh-sungguh kepada umatnya bahwa kerusakan dan musibah yang terjadi pada alam dan manusia karena banyaknya dari mereka berbuat maksiat. Beliau bersabda:
“Hai orang-orang Muhajirin, lima perkara, jika kamu ditimpa lima perkara ini, aku mohon perlindungan kepada Allah agar kamu tidak mendapatkannya. Tidaklah muncul perbuatan keji (jina,merampok, minum khamr, judi, dan lainnya) pada suatu masyarakat, sehingga mereka melakukannya dengan terang-terangan, kecuali akan tersebar penyakit-penyakit lainnya yang tidak ada pada orang-orang sebelum mereka. Dan tidaklah mereka menahan (tidak mengeluarkan) zakat hartanya, kecuali hujan dari langit juga akan ditahan dari mereka. Seandainya bukan karena hewan-hewan, manusia tidak akan diberi hujan. Tidaklah orang-orang mengurangi takaran dan timbangan, kecuali mereka akan disiksa dengan kezhaliman pemerintah, kehidupan yang susah, dan paceklik. Dan selama pemimpin-pemimpin (negara, masyarakat) tidak berhukum dengan kitab Allah, dan memilih-milih sebagian apa yang Allah turunkan, kecuali Allah menjadikan permusuhan yang keras di antara mereka” (HR Ibnu Majah).
Do’a Ketika Terjadi Gampa Bumi
Do’a gempa bumi dibacakan sebagai bentuk ikhtiar untuk diri sendiri dan orang lain yang terdampak gempa agar senantiasa dilindungi Allah. Oleh karena itu, ketika musibah gempa bumi terjadi, umat Islam dianjurkan untuk mengamalkan do’a berikut ini:
(Allaahumma innii as-aluka khairahaa wa khaira maa fiihaa, wa khaira maa arsalta bihii, wa a’uudzubika min syarrihaa, wa syarri maa fiihaa wa syarri maa arsalta bihii)
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kehadirat-Mu kebaikan atas apa yang terjadi, dan kebaikan apa yang didalamnya, dan kebaikan atas apa yang Engkau kirimkan dengan kejadian ini. Dan aku memohon perlindungan kepada-Mu dari keburukan atas apa yang terjadi, dan keburukan atas apa yang terjadi didalamnya, dan aku juga memohon perlindungan kepada-Mu atas apa-apa yang Engkau kirimkan.”
Gempa bumi dapat menjadi pengingat bahwa manusia memiliki keterbatasan dan membutuhkan pertolongan Allah SWT. Ketika menghadapi musibah, umat Islam dianjurkan untuk tetap bersabar, bertawakkal, memperbanyak doa, serta berikhtiar melakukan langkah-langkah keselamatan. (Z. Ibrahim)