
ThePhrase.id - Rasa malas sering kali datang tanpa disadari. Awalnya hanya menunda sebentar, ternyata lama-kelamaan bisa menghambat pekerjaan, ibadah, bahkan target hidup yang sudah direncanakan sebelumnya.
Dalam Islam, malas bukan sekadar kebiasaan buruk, tapi sifat yang bisa menjauhkan dari keberkahan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bahkan sering berdoa agar dijauhkan dari sifat malas, karena dapat membuat seseorang lalai dari ibadah dan tanggung jawab.
Malas bekerja, malas belajar atau bahkan malas beribadah, seringkali membuat seseorang kehilangan banyak kesempatan berharga. Oleh karena itu, penting bagi seorang muslim untuk memohon perlindungan kepada Allah agar dijauhkan dari sifat malas tersebut.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengajarkan doa khusus untuk memohon perlindungan agar dijauhkan dari rasa malas:
(Allahumma inni a'uudzubika minal hammi wal hazani wa a'uudzubika minal 'ajzi walkasali, wa a'uudzubika minal jubni wa bukhli, wa a'uudzubika min ghalabatid-daini wa qahrirrijaal)
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung pada-Mu dari bingung dan sedih. Aku berlindung pada-Mu dari lemah dan malas. Aku berlindung pada-Mu dari sifat pengecut dan kikir. Dan aku berlindung pada-Mu dari lilitan utang dan kezaliman manusia." (HR. Abu Dawud).
(Allahuma inni a'uudzu bika minal 'ajzi, wal kasali, wal jubni, wal harami)
Artinya: "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, rasa malas, pengecut/rasa takut, dan pikun." (HR. Muslim).
Mengapa Sifat Malas Sangat Berbahaya?
Adapun beberapa dampak rasa malas yang perlu diwaspadai sebagai seorang Muslim:
Kebiasaan menunda dan bermalas-malasan sering berujung pada rasa menyesal di kemudian hari karena kesempatan yang terlewat. (Z. Ibrahim)