religion

Doa Masuk Masjidil Haram dan Saat Pertama Kali Melihat Ka’bah

Penulis Zuhri Ibrahim
Apr 29, 2026
(Foto: Antaranews.com)
(Foto: Antaranews.com)

ThePhrase.id - Tidak ada seorang Muslim pun yang mengingkari kemuliaan Masjidil Haram. Masjidil Haram adalah Rumah Allah yang pertama kali dibangun oleh manusia di atas permukaan bumi. Pondasinya dipancangkan oleh Nabi Ibrahim ‘alahis salam dan dimutakhirkan oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Masjidil Haram adalah tempat manusia menyembah Allah subhanahu wa ta’ala dan menghamba kepada-Nya.

Dalam al-Qur’an surah al-Baqarah ayat 26 disebutkan bahwa Masjidil Haram adalah tempat yang aman. Itulah kenapa, saat Fathu Makkah (pembebasan Kota Mekkah) pada tahun 8 hijriyah, tempat ini menjadi salah satu tempat perlindungan yang disepakati antara Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan Abu Sufyan, dari golongan kafir Quraisy yang tidak berkenan masuk Islam namun ingin tetap mendapatkan jaminan keamanan dan keselamatan. 

Dengan berbagai kemuliaan tersebut, tentu kita tidak bisa sembarangan masuk ke dalamnya. Ada adab dan tuntunan khusus saat akan masuk ke Masjidil Haram. Salah satunya adalah membaca do’a sebelum masuk Masjid dan juga membaca do’a saat pertama kali menginjakkan kaki di Masjidil Haram. Tak hanya itu, bahkan para ulama mengajarkan do’a yang perlu dibaca saat melihat Ka’bah untuk pertama kalinya.

Doa saat akan Masuk Masjidil Haram 

Doa masuk Masjidil Haram tidak berbeda dengan bacaan do’a yang biasa dibaca saat masuk masjid-masjid lain.

Berikut doanya:

 

اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ فَحَيْنَا رَبَّنَا بِالسَّلَامِ وَأَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ دَارَ السَّلَامِ تَبَارَكْتَ وَتَعَالَيْتَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالإِكْرَامِ. اَللّهُمَّ افْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ وَمَغْفِرَتِكَ وَأَدْخِلْنى فِيْهَا بِسْمِ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُولِ اللهِ

 

(Allaahumma antas salaam wa minkas salaam fahayyinaa rabbanaa bissalaam wa adkhilnal jannata daarassalaam, tabaarakta wa taʼaalaita yaa dzal jalaali wal ikraam. Allahummaftah lii abwaaba rahmatik, wa maghfiratik wa adkhilnii fiihaa. Bismillaahi wal hamdulillahi was shalaatu was salaamu ‘alaa rasuulillah)

Artinya: “Ya Allah, Engkaulah sumber keselamatan, dari-Mu-lah datangnya keselamatan, dan kepada-Mu kembalinya semua keselamatan. Maka bangkitkanlah kami, wahai Tuhan, dengan selamat sejahtera, dan masukkanlah ke dalam surga, negeri keselamatan serta kebahagiaan. Maha banyak anugerah- Mu dan Maha Tinggi Engkau, wahai Tuhan yang memiliki keagungan dan kehormatan. Ya Allah, bukakanlah untukku pintu rahmat-Mu. Aku masuk masjid ini dengan nama Allah disertai dengan segala puji bagi Allah serta shalawat dan salam untuk Rasulullah.”

Doa saat melihat Ka’bah

Syekh Wahbah Zuhaili dalam Fiqh al-Islami wa Adillatuh menjelaskan, ketika menginjakkan kaki di Masjidil Haram dan saat pertama kali melihat Ka’bah maka dianjurkan untuk membaca doa berikut:

 

اللَّهُمَّ زِدْ هَذَا الْبَيْتَ تَشْرِيْفًا وَتَعْظِيمًا وَتَكْرِيمًا وَمَهَابَةً وَزِدْ مَنْ شَرَفَهُ وَكَرَّمَهُ مِمَّنْ حَجَّهُ أَوِ اعْتَمَرَهُ تَشْرِيفًا وَتَعْظِيمًا وَتَكْرِيمًا وَبِرا

 

(Allaahumma zid haadzaal baita tasyriifaan wa ta’dziimaan wa takriimaan wa mahaabatan wa zid man syarrafahuu wa karramahuu mimman hajjahuu awi’tamarahuu tasyriifaan wa ta’dziimaan wa takriiman wa birran)

Artinya: “Ya Allah, tambahkanlah kemuliaan, keagungan, kehormatan, dan wibawa pada Baitullah (Ka’bah) ini. Dan, tambahkan pula pada orang-orang yang memuliakan, mengagungkan, dan menghormatinya di antara mereka yang sedang berhaji atau berumrah dengan kemuliaan, keagungan, kehormatan, dan kebaikan.”

 

Setelah membaca do’a di atas, dianjurkan untuk melanjutkan dengan do’a-do’a lain, baik yang berkaitan dengan dunia maupun akhirat.Tidak ada batasan dalam melafalkan do’a. Tidak juga harus berbahasa Arab. Jika merasa kesulitan membaca do’a berbahasa Arab, bisa juga membaca do’a dengan bahasa Indonesia atau bahasa yang kita pahami, karena Allah Maha Mendengar dan Maha Mengetahui. 

Saat memanjatkan do’a-do’a tersebut, sebaiknya menghadap Ka’bah dengan khusyu’ dan kerendahan hati. (Z. Ibrahim)

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic