
ThePhrase.id - Nabi Luth merupakan seorang nabi dan rasul ketujuh dari 25 utusan Allah yang patut diteladani. Luth adalah keponakan Nabi Ibrahim ‘alaihis salam. Nabi Luth banyak belajar dari Nabi Ibrahim, termasuk soal dakwah dari sang paman.
Dalam salah satu kisahnya, Nabi Luth diperintahkan oleh Allah untuk menetap di sebuah daerah bernama Sadum (Sodom) di kawasan Yordania.
Kaum Sodom merupakan masyarakat jahiliah dengan kerusakan moral yang sangat parah. Bahkan akhlaknya pun sulit diperbaiki. Mereka tidak memiliki agama, abai terhadap nilai kemanusiaan yang beradab, dan tak punya belas kasihan.
Nabi Luth menikah dengan seorang wanita bernama Wali'ah dan memiliki dua putri yang bernama Raitsa dan Zaghrata.
Kaum Sodom senantiasa melakukan maksiat, yakni berhubungan seks terlarang, laki-laki dengan laki-laki alias homoseksual, begitupun juga dengan perempuan dengan perempuan yang dikenal dengan lesbian.
Melihat kondisi ini, Nabi Luth berseru kepada mereka agar meninggalkan adat kebiasaan dan perbuatan-perbuatan keji tersebut.Namun Kaum Sodom tidak semudah itu untuk diajak menghentikan perilaku negatif mereka
Kemudian Nabi Luth ‘alaihis salam memohon kepada Allah agar kaum Sodom ditimpakan azab seberat-beratnya karena tidak mau mengikuti jalan yang benar dengan menyembah Allah subhanahu wa ta’laa, malah semakin menjadi-jadi dan terus melakukan perbuatan keji.
Hingga akhirnya, Allah pun melalui malaikat-Nya menyampaikan bahwa akan segera datang azab melanda negeri Sodom.
Melihat sikap kaumnya yang tidak berubah bahkan semakin menjadi-jadi, Nabi Luth memohon keselamatan dari Allah SWT dengan berdoa.
Nabi Luth keluar dari rumahnya sehabis tengah malam, bersama keluarganya terdiri dari seorang istri dan dua putrinya berjalan cepat menuju keluar kota, tidak menoleh ke kanan maupun ke kiri sesuai dengan petunjuk para malaikat yang menjadi tamunya.
Lalu Nabi Luth berdoa seperti tercantum dalam Al-Qur’an Surat Asy Syu'ara ayat 169:
(Rabbi Najjinii Wa Ahlii Mimmaa Ya’maluun)
Artinya: "Ya Tuhanku selamatkanlah aku beserta keluargaku dari perbuatan yang mereka kerjakan."
Nabi Luth berdoa kepada Allah agar ia dan keluarganya dilepaskan dari azab yang akan menimpa kaumnya akibat perbuatan-perbuatan mereka yang keji itu. Akan tetapi istrinya yang menjadi musuh dalam selimut bagi Nabi Luth berada di belakang rombongan
Istri Nabi Luth berjalan perlahan-lahan tidak secepat langkah suaminya dan tidak henti-henti menoleh ke belakang karena ingin mengetahui apa yang akan menimpa atas kaumnya, seakan-akan meragukan kebenaran ancaman para malaikat yang telah didengarnya sendiri.
Setelah rombongan Nabi Luth berhasil melewati batas Kota Sodom saat fajar, bumi tiba-tiba berguncang hebat.
Kota Sodom diombang-ambing seperti lautan. Angin bertiup sangat kencang dari segala penjuru. Hujan lebat disertai petir, batu beterbangan dan sangat mengerikan.
Orang-orang buta kaum Sodom yang tengah kebingungan langsung berlarian, ada yang tertimbun oleh reruntuhan. Dan salah satu di antara mereka adalah istri Nabi Luth. Dia termasuk dalam golongan orang-orang yang munafik di hadapan Allah subhanahu wa ta’alaa.
Allah memberikan keselamatan kepada Nabi Luth ‘alaihis salam, dan membinasakan orang-orang yang tidak mau kembali ke jalan Allah.
Ia juga memohon agar dijauhkan dari azab Allah, baik di dunia maupun di akhirat. (Z. Ibrahim)