
ThePhrase.id - Pergi haji sama halnya dengan bentuk perjalanan (safar) lainnya. Sehingga lebih tepat dalam masalah ini adalah dengan membaca doa seperti halnya doa saat safar. Berikut doa yang bisa diamalkan, baik bagi yang hendak berangkat haji maupun bagi orang-orang yang ditinggalkan di kampung halaman.
1. Doa orang yang hendak pergi haji pada orang yang ditinggalkan
(Astawdi’ukallaaha alladzii laa tadhii’u wa daa-i’uhu)
Artinya: “Aku menitipkan kalian pada Allah yang tidak mungkin menyia-nyiakan titipannya”.
Dalilnya adalah hadits riwayat Abu Hurairah.
Artinya: Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pergi meninggalkanku dan beliau mengucapkan, “Astawdi’ukallaha alladzi laa tadhi’u wa daa-i’uhu (Aku menitipkan kalian pada Allah yang tidak mungkin menyia-nyiakan titipannya)” (HR. Ibnu Majah dan Ahmad).
2. Doa orang yang ditinggalkan pada orang yang hendak pergi haji
(Astawdi’ullaaha diinaka, wa amaanataka, wa khawaatiima ‘amalika)
Artinya: “Aku menitipkan agamamu, amanahmu, dan perbuatan terakhirmu kepada Allah”.
Adapun dasar hukum doa orang yang ditinggal terhadap orang yang hendak berangkat haji adalah riwayat dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma yang pernah berkata kepada seseorang yang hendak melaksanakan safar:
“Mendekatlah padaku, aku akan menitipkan engkau sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menitipkan kami, lalu beliau berkata: “Astawdi’ullaaha diinaka, wa amaanataka, wa khawaatiima ‘amalika (Aku menitipkan agamamu, amanahmu, dan perbuatan terakhirmu kepada Allah)”. (HR. Tirmidzi dan Ahmad).
Ada satu doa lagi yang bisa dibaca bagi orang yang akan berangkat haji adalah:
(Zawwadakallaahut taqwaa wa ghafara dzanbaka wa yassara lakal khaira haytsu maa kunta)
Artinya: “Semoga Allah membekalimu dengan takwa, mengampuni dosa-dosamu, dan memudahkanmu di mana saja engkau berada”.
Dasarnya adalah hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:
Dari Anas, ia berkata, “Seseorang pernah mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas berkata kepada beliau, “Wahai Rasulullah, aku ingin bersafar, bekalilah aku.” Beliau bersabda, “Zawwadakallaahut taqwaa (semoga Allah membekalimu dengan ketakwaan).” “Tambahkan lagi padaku”, mintanya. Beliau bersabda, “Wa ghafara dzanbaka (semoga Allah ampuni dosamu).” “Tambahkan lagi padaku, demi ayah dan ibuku”, mintanya. Beliau bersabda, “Wa yassara lakal khaira haytsu maa kunta (semoga Allah memudahkanmu di mana saja engkau berada).” (HR. Tirmidzi).
Semoga tulisan ini bermanfaat untuk kaum Muslimin yang hendak berangkat haji ataupun umrah, maupun bagi keluarga dan orang-orang yang ditinggal berangkat haji di kampung halaman. (Z. Ibrahim)