religionDoa-Doa Islam

Doa Pengantin Setelah Akad Nikah dan Jima’ Malam Pertama

Penulis Zuhri Ibrahim
Apr 02, 2026
Ilustrasi: Pernikahan. (Foto: Antaranews)
Ilustrasi: Pernikahan. (Foto: Antaranews)

ThePhrase.id - Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengajarkan banyak doa dan dzikir bagi umatnya dalam berbagai aspek kehidupan. Doa dan dzikir tersebut sangat penting untuk diamalkan karena lafadz doa dan dzikir tersebut berasal dari wahyu yang tidak mengandung sedikit pun kesalahan.

Termasuk dzikir atau doa yang disyariatkan bagi umat Islam adalah doa setelah melaksanakan akad nikah dan sebelum mencampuri istrinya saat pertama kali (malam pertama).

Doa setelah akad nikah

Dari ‘Amr bin Syu’aib, dari bapaknya, dari kakeknya berkata bahwa Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Apabila salah seorang dari kalian menikahi wanita atau membeli seorang budak maka peganglah ubun-ubunnya lalu bacalah ‘basmalah’ serta do’akanlah dengan do’a berkah seraya mengucapkan:

 

اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِهَا وَخَيْرِ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ

(Allahumma innii as’aluka min khairihaa wa khairimaa jabaltahaa ‘alaih. Wa a’uudzubika min syarrihaa wa syarrimaa jabaltahaa ‘alaih)

 

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu kebaikan dirinya dan kebaikan yang Engkau tentukan atas dirinya. Dan Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekannya dan kejelekan yang Engkau tetapkan atas dirinya.”

Yang dimaksudkan dalam doa di atas adalah meminta kebaikan pada istri, lalu juga kebaikan dari sisi akhlak dan budi pekerti yang baik.

Doa bercampur (jima’) dengan istri

Sebelum seorang laki-laki mencampuri istrinya, hendaklah ia membaca doa. Dalam salah satu riwayat dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Jika salah seorang dari kalian (yaitu suami) ingin berhubungan intim dengan istrinya, kemudian ia membaca do’a,

 

 بِاسْمِ اللَّهِ، اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ، وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا 

(Bismillah, Allahumma jannibnaasy syaithaana wa jannibisy syaithaana maa razaqtanaa)

 

Artinya: Dengan (menyebut) nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari (gangguan) syaitan dan jauhkanlah syaitan dari rezeki yang Engkau anugerahkan kepada kami.

Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melanjutkan sabdanya: “Jika Allah menakdirkan (lahirnya) anak dari hubungan intim tersebut, maka syaitan tidak akan bisa mencelakakan anak tersebut selamanya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Berkah doa malam pertama

Pertama: Mengikuti ajaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan ini merupakan sebuah berkah tersendiri. Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu pernah berkata:

Aku tidaklah biarkan satu pun yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam amalkan kecuali aku mengamalkannya karena aku takut jika meninggalkannya sedikit saja, aku akan menyimpang.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Kedua: Syaitan tidak akan turut serta dalam hubungan intim tersebut karena di dalam do’a ini diawali dengan “bismillah”. Demikian pendapat sebagian ulama. Mujahid rahimahullahu berkata:

“Siapa yang berhubungan intim dengan istrinya lantas tidak mengawalinya dengan ‘bismillah’, maka syaitan akan menoleh pada pasangannya lalu akan turut dalam berhubungan intim dengannya.” (Fath Al-Bari, 9: 229).

Ketiga: Kebaikan do’a ini pun akan berpengaruh pada keturunan yang dihasilkan dari hubungan intim tersebut. Masih dalam Kitab Fath Al-Bari, 9:229, disebutkan: 

“Jika seseorang mendatangi istrinya (berhubungan intim), maka ucapkanlah ‘Ya Allah, berkahilah kami dan keturunan yang dihasilkan dari hubungan intim ini, janganlah jadikan setan menjadi bagian pada keturunan kami’. Dari do’a ini, jika istrinya hamil, maka anak yang dilahirkan diharapkan adalah anak yang shalih”. (Z. Ibrahim)

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic