trending

Dokter Tirta Sentil Menkes Minta Masyarakat Adaptasi dengan Asap Karhutla: Mitigasi Risiko Lebih Tepat

Penulis Rangga Bijak Aditya
Oct 19, 2026
Dokter sekaligus kreator konten kesehatan, Tirta Mandira Hudhi (dr. Tirta). (Foto: Instagram/dr.tirta)
Dokter sekaligus kreator konten kesehatan, Tirta Mandira Hudhi (dr. Tirta). (Foto: Instagram/dr.tirta)

ThePhrase.id - Dokter sekaligus kreator konten kesehatan, Tirta Mandira Hudhi atau dr. Tirta memberikan tanggapan terhadap pernyataan Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin yang meminta masyarakat beradaptasi dengan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Melalui unggahan di media sosial Instagram pribadinya (@dr.tirta) pada Minggu (18/10), ia mengingatkan bahwa adaptasi dan mitigasi merupakan dua hal yang berbeda.

“Reminder aje nih. Adaptasi dan mitigasi itu berbeda. Adaptasi = kamu harus terbiasa hidup ‘berdampingan’. Mitigasi = berjaga-jaga atas hal buruk di depan dan mengurangi efeknya sebisa mungkin,” demikian pernyataan dr. Tirta.

Dr. Tirta mengkritik pejabat publik agar lebih cermat dalam menyampaikan pernyataan kepada masyarakat, terutama ketika menyangkut keselamatan dan kesehatan.

Menurutnya, tips mengatasi atau mitigasi risiko lebih tepat untuk disampaikan daripada mengucap kata “adaptasi” terhadap asap karhutla.

“Ngerti kok, asap itu ga bisa dicegah masuk ke Jakarta, tapi alangkah baiknya sebagai pejabat publik bisalah filter kalimat. Lebih pas ‘kita harus bersiap melakukan mitigasi risiko atas munculnya asap’,” tukasnya.

Menkes Minta Masyarakat Adaptasi Asap Karhutla

Sebelumnya, Menkes Budi Gunadi Sadikin meminta masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar rumah serta beradaptasi dengan kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Nomor satu, kalau bisa stay di rumah. Kalau sudah kondisinya seperti itu, kita tahu alamnya sudah seperti ini, (maka) kita sebagai manusia harus bersegera beradaptasi,” ujar Budi dalam keterangan persnya di Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta pada Kamis (15/10) lalu.

Apabila terpaksa keluar rumah, Budi mengingatkan jangan sampai asap tersebut masuk ke dalam paru-paru. Untuk itu, masyarakat diimbau menggunakan masker, terutama jenis N95 jika tersedia, serta kacamata untuk mengurangi risiko iritasi mata.

“Gunakan masker. Kalau ada gunakan masker N95. Kalau tidak ada, gunakan masker yang ada. Tapi selalu gunakan masker kalau terpaksa harus keluar rumah. Untuk melindungi mata, gunakan kacamata,” tandasnya.

Meski imbauan tersebut bertujuan melindungi kesehatan masyarakat, penggunaan istilah adaptasi tetap menjadi sorotan. Sebab, masyarakat menilai penanganan karhutla tidak cukup hanya dengan meminta warga menyesuaikan diri terhadap kondisi udara yang tercemar. (Rangga)

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic