sportLiga Inggris

Dominasi Liverpool Berakhir, Strategi Serangan yang Mudah Dibaca Bikin The Reds Jadi Pecundang di Premier League

Penulis Ahmad Haidir
Jan 26, 2026
Liverpool kebobolan di injury time dari Bournemouth. Foto X Liverpool.
Liverpool kebobolan di injury time dari Bournemouth. Foto X Liverpool.

Thephrase.id - Kekalahan menyakitkan Liverpool pada menit ke-95 melalui gol Amine Adli saat bertandang ke markas Bournemouth secara otomatis meruntuhkan rekor tak terkalahkan terlama di lima liga top Eropa yang selama ini menutupi rapuhnya performa The Reds.

Ambisi pasukan Arne Slot untuk mempertahankan gelar kini terlihat semakin mustahil setelah mereka gagal memetik satu pun kemenangan dalam lima pertandingan terakhir di Premier League dengan catatan empat kali imbang dan satu kekalahan memalukan.

Liverpool yang musim lalu tampil begitu dominan dan ditakuti oleh lawan-lawannya kini seolah kehilangan aura juara karena kerap menunjukkan pertahanan yang ceroboh serta pola serangan yang sangat mudah diprediksi oleh tim papan bawah sekalipun.

Legenda sepak bola Alan Shearer memberikan analisis tajam mengenai penurunan kualitas skuad The Reds yang dianggapnya sudah kehilangan identitas dan tampil jauh di bawah level standar yang mereka tunjukkan pada musim kompetisi sebelumnya.

"Dari sudut pandang Bournemouth, mereka pasti melihat Liverpool dan berpikir 'mengapa kita tidak bisa mengalahkan mereka?', karena tim asuhan Arne Slot terlihat sangat jauh berbeda dari tim yang kita lihat musim lalu," beber Shearer dilansir BBC.

"Liverpool tampak tidak beres di semua area, mereka melakukan terlalu banyak kesalahan dan sangat lemah dalam bertahan seperti yang kita lihat pada gol kemenangan lawan, dan meski mereka mencetak dua gol dari bola mati, mereka tidak menciptakan peluang yang cukup dari permainan terbuka," lanjutnya.

Kemenangan Bournemouth ini terasa semakin ironis mengingat tim asuhan Andoni Iraola tersebut sedang dihantam badai cedera parah dan baru saja kehilangan Antoine Semenyo yang memutuskan hengkang ke Manchester City pada bursa transfer kali ini.

Kesalahan fatal Virgil van Dijk yang berujung pada gol pertama Evanilson menjadi potret nyata buruknya koordinasi lini belakang Liverpool, meskipun Arne Slot mencoba berdalih bahwa faktor cuaca berangin di stadion turut memengaruhi aliran bola.

Publik juga dibuat heran dengan keputusan para pemain di lapangan yang tidak segera membuang bola saat Joe Gomez mengalami cedera, padahal bangku cadangan sudah bersiap memasukkan Wataru Endo untuk menambal lubang di lini pertahanan.

Ketidakmampuan para pemain untuk menjalankan instruksi dari pinggir lapangan tersebut harus dibayar sangat mahal karena Bournemouth berhasil memanfaatkan keunggulan jumlah pemain untuk terus menekan hingga akhirnya mencetak gol penentu.

"Saya mencoba berteriak kepada mereka pemain untuk membuang bola ke luar lapangan, tetapi sebenarnya kami merasa cukup nyaman karena saya pikir kami menguasai bola untuk waktu yang cukup lama, namun ketika kami kehilangannya, yang terjadi justru sebaliknya," beber Arne Slot.

"Mungkin itu merangkum musim kami, setiap saat ada saja hal lain yang terjadi, setiap saat ada hal istimewa tentang bagaimana kami kebobolan, namun kami tetap kebobolan dan satu-satunya yang patut disalahkan adalah diri kami sendiri," tambah Arne Slot dengan kecewa.

"Saya rasa aman untuk mengatakan bahwa beberapa pemain kami kehabisan energi, dan saya bahkan tidak bisa mengkritik mereka untuk hal itu karena dua hari yang lalu kami harus memainkan pertandingan tandang di Eropa," ungkap Arne Slot.

"Kami adalah satu-satunya tim yang bermain di Liga Champions yang hanya memiliki waktu jeda dua hari di periode waktu seperti sekarang ini," tutup Arne Slot.

Artikel Pilihan ThePhrase

- Advertisement -
 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic