sport

Donald Trump Dorong Gianni Infantino Jadi Sekjen PBB, Dunia Sepak Bola Dibuat Terkejut

Penulis Rudi Priyana
Jul 23, 2026
 Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, disebut menginginkan Presiden FIFA Gianni Infantino menjadi Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Foto Gianni Infantino
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, disebut menginginkan Presiden FIFA Gianni Infantino menjadi Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Foto Gianni Infantino

ThePhrase.id - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, disebut menginginkan Presiden FIFA Gianni Infantino menjadi Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) berikutnya ketika masa jabatan Antonio Guterres berakhir pada pengujung 2026.

Keinginan tersebut mencuat setelah hubungan Trump dan Infantino semakin dekat sepanjang penyelenggaraan Piala Dunia 2026, termasuk ketika pemimpin FIFA itu beberapa kali melibatkan Trump dalam turnamen hingga menganugerahkan FIFA Peace Prize perdana kepadanya pada Desember 2025.

Menurut sumber yang dekat dengan Trump, Presiden Amerika Serikat itu menilai Gianni Infantino merupakan sosok yang dihormati di berbagai negara dan memiliki kemampuan menyatukan banyak pihak melalui sepak bola.

"Dia dihormati oleh semua orang di seluruh dunia dan memiliki kemampuan khusus untuk menyatukan banyak pihak," ujar sumber yang dekat dengan Trump dilansir New York Post.

Jabatan Sekretaris Jenderal PBB akan diperebutkan pada tahun ini untuk menggantikan Antonio Guterres yang akan mengakhiri masa tugasnya pada akhir Desember 2026, sementara kandidat terpilih harus lebih dulu memperoleh dukungan Dewan Keamanan PBB sebelum disahkan melalui Sidang Umum.

Hingga kini belum ada kepastian apakah Infantino bersedia menerima pencalonan tersebut, meski Trump disebut melihat peluang besar di tengah persaingan yang dinilai belum menghadirkan kandidat kuat untuk memimpin organisasi internasional itu.

Sejumlah nama telah masuk dalam bursa calon Sekretaris Jenderal PBB, termasuk mantan Presiden Cile, Michelle Bachelet, dan Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional, Rafael Grossi, akan tetapi Trump diyakini memiliki pandangan berbeda terkait sosok yang layak memimpin PBB berikutnya.

Utusan khusus Trump untuk kemitraan global, Paolo Zampolli, bahkan menyebut gagasan tersebut sebagai ide brilian karena menurutnya pengalaman Infantino memimpin FIFA dengan lebih dari 200 asosiasi anggota menjadi modal penting untuk mengelola organisasi global yang menaungi 193 negara anggota.

"Hanya Presiden Trump yang bisa memiliki ide secemerlang ini. Gianni akan melakukan pekerjaan yang hebat dan disukai semua orang," tuturnya.

"Ada kesamaan antara jabatan Presiden FIFA dan Sekretaris Jenderal PBB. Di PBB Anda berurusan dengan 193 negara anggota, sedangkan di FIFA terdapat lebih dari 200 anggota dan rekam jejak Gianni menunjukkan bahwa ia tahu cara mengelolanya," lanjutnya.

Gagasan tersebut muncul di tengah hubungan Trump dengan PBB yang dalam beberapa waktu terakhir mengalami pasang surut setelah pemerintahannya mengurangi kontribusi Amerika Serikat kepada badan dunia itu dan menarik diri dari sejumlah organisasi di bawah naungan PBB, termasuk WHO, UNESCO, serta Dewan HAM PBB.

Apabila skenario tersebut benar-benar terwujud, Infantino harus meninggalkan posisinya sebagai Presiden FIFA. Ia juga sekaligus akan menerima penurunan pendapatan yang cukup besar karena kompensasi Sekretaris Jenderal PBB dilaporkan sekitar 418 ribu dolar AS (Rp7,4 miliar) per tahun, jauh di bawah penghasilan sekitar 6 juta dolar AS (Rp107 miliar) yang diterimanya sebagai Presiden FIFA.

Di sisi lain, Infantino sebenarnya telah menyatakan kembali maju dalam pemilihan Presiden FIFA yang akan berlangsung pada Maret 2027.

Meski posisinya belakangan ikut menjadi sorotan setelah keputusan penangguhan hukuman Folarin Balogun menjelang laga Timnas Amerika Serikat kontra Timnas Belgia memicu kritik dari sejumlah negara Eropa dan kembali memunculkan tuntutan agar dirinya mundur dari kursi pimpinan FIFA. (Rudi P) 

Artikel Pilihan ThePhrase

- Advertisement -
 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic