sportLiga Inggris

Dosa Lama Era Roman Abramovich Terbongkar: Chelsea Didenda Rp223 Miliar dan Terancam Sanksi Bursa Transfer

Penulis Ahmad Haidir
Mar 17, 2026
Hukuman finansial kepada Chelsea itu berkaitan dengan pembayaran rahasia kepada sejumlah agen yang total nilainya mencapai 47,5 juta poundsterling atau sekitar Rp986 miliar. Foto X Chelsea.
Hukuman finansial kepada Chelsea itu berkaitan dengan pembayaran rahasia kepada sejumlah agen yang total nilainya mencapai 47,5 juta poundsterling atau sekitar Rp986 miliar. Foto X Chelsea.

Thephrase.id - Chelsea dijatuhi denda sebesar 10,75 juta poundsterling atau sekitar Rp223 miliar oleh Premier League setelah investigasi menemukan adanya pembayaran rahasia terkait transfer pemain dan agen yang berlangsung antara 2011 hingga 2018 pada masa kepemilikan Roman Abramovich.

Sanksi tersebut menjadi yang terbesar dalam sejarah Premier League, sekaligus disertai larangan transfer selama satu tahun yang statusnya ditangguhkan selama dua tahun sehingga baru akan berlaku apabila klub kembali melakukan pelanggaran serupa dalam periode tersebut.

Hukuman finansial itu berkaitan dengan pembayaran rahasia kepada sejumlah agen yang total nilainya mencapai 47,5 juta poundsterling atau sekitar Rp986 miliar. Transaksi terjadi dalam berbagai kesepakatan transfer serta pelanggaran aturan terkait pendaftaran pemain muda di akademi klub.

Hasil penyelidikan menyebutkan bahwa pembayaran tersebut dilakukan dengan pengetahuan dan persetujuan sejumlah mantan pejabat senior maupun direktur klub yang saat itu terlibat dalam pengelolaan organisasi.

Selain itu, Chelsea juga dijatuhi sanksi larangan merekrut pemain untuk akademi selama sembilan bulan yang langsung berlaku, berkaitan dengan pelanggaran yang terjadi pada periode 2019 hingga 2022.

Laporan Premier League turut mencantumkan sejumlah transfer yang berkaitan dengan pembayaran rahasia tersebut. Termasuk perekrutan Eden Hazard, Samuel Eto'o, Willian, Ramires, David Luiz, Andre Schurrle, serta Nemanja Matic, meskipun tidak ada indikasi keterlibatan atau pelanggaran dari para pemain tersebut.

Dokumen yang dipublikasikan juga menunjukkan adanya empat nama pemain lain yang sengaja disamarkan atau dihapus dari laporan resmi.

Awalnya total denda yang dipertimbangkan mencapai 20 juta poundsterling atau sekitar Rp415 miliar. Jumlah itu akhirnya dipotong hampir setengah setelah klub secara sukarela melaporkan pelanggaran tersebut dan bekerja sama secara penuh selama proses penyelidikan berlangsung.

Dalam pernyataannya, Premier League menyebut langkah pelaporan proaktif serta kerja sama yang dinilai luar biasa dari klub menjadi faktor penting yang meringankan sanksi ketika otoritas liga menentukan hukuman.

Chelsea kemudian menyatakan menerima sepenuhnya kesepakatan penyelesaian tersebut dan menyambut pengakuan dari Premier League atas bantuan yang mereka berikan selama proses investigasi berjalan.

Larangan transfer yang ditangguhkan dapat diaktifkan sewaktu-waktu apabila klub kembali melakukan pelanggaran serupa atau jika pihak liga menemukan bahwa deklarasi resmi klub kepada otoritas kompetisi ternyata tidak benar atau mengandung informasi yang keliru secara sengaja.

Pelatih Chelsea, Liam Rosenior, mengatakan The Blues ingin menutup bab tersebut dan fokus pada masa depan, terutama menjelang pertandingan melawan Paris Saint-Germain di Liga Champions 2025-2026.

"Kami tidak melihatnya sebagai gangguan negatif, justru ini menjadi garis penutup dari persoalan tersebut sehingga kami bisa melangkah maju dan merencanakan bagaimana membuat klub ini semakin kuat dalam jangka panjang, itulah gagasan dari pemilik, dari saya, dan semua orang yang terlibat di klub," kata Rosenior dilansir Sky Sports.

Kasus ini juga berkaitan dengan investigasi sebelumnya oleh UEFA yang pada Juli 2023 menjatuhkan denda 10 juta euro atau sekitar Rp173 miliar kepada Chelsea karena laporan keuangan yang tidak lengkap pada 2018 dan 2019.

Termasuk setidaknya enam pembayaran mencurigakan kepada perusahaan lepas pantai yang terkait dengan transfer pemain seperti Eden Hazard, Samuel Eto'o, dan Andreas Christensen.

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic