trending

DPR: Perlintasan Sebidang Rawan Kecelakaan, Pemerintah Didesak Sterilkan Jalur Kereta

Penulis Rangga Bijak Aditya
Apr 28, 2026
Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus. (Foto: Instagram/lasarus.id)
Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus. (Foto: Instagram/lasarus.id)

ThePhrase.id - Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus mendesak pemerintah untuk segera menyelesaikan persoalan perlintasan sebidang, yakni titik pertemuan antara jalan raya dan rel kereta api yang dinilai sudah berada dalam kondisi darurat.

Desakan ini muncul setelah terjadinya insiden kecelakaan kereta api yang melibatkan KA Argo Bromo dengan kereta Commuter Line di Bekasi, Jawa Barat pada Senin (27/4) malam.

Menurut Lasarus, Indonesia memiliki ribuan perlintasan sebidang di rel kereta api yang kerap menjadi sumber kecelakaan. Ia menegaskan bahwa masalah ini telah lama menjadi perhatian Komisi V DPR RI, namun belum ditangani secara optimal.

“Komisi V DPR sudah bertahun-tahun meminta kepada KAI untuk menyelesaikan jalur perlintasan sebidang, tapi hingga saat ini darurat perlintasan sebidang tersebut belum tertangani dengan baik,” ujar Lasarus di Jakarta, Selasa (28/4) dikutip Antaranews.

Ia menyoroti data dari PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang pada tahun 2025 menyebut terdapat 3.703 titik perlintasan sebidang di seluruh Indonesia, yang terdiri dari 2.776 perlintasan terdaftar dan 927 perlintasan tidak terdaftar.

Lasarus memperingatkan bahwa apabila persoalan ini tidak segera diselesaikan, potensi kecelakaan kereta api di Indonesia akan terus berulang. Menurutnya, jalur kereta api seharusnya steril dari berbagai hambatan.

“Makanya di seluruh dunia ini jalur kereta api itu clear and clean, kecuali di Indonesia. Oleh sebab itu jika darurat perlintasan sebidang tidak tertangani dengan baik, maka ada ribuan kemungkinan kecelakaan akan kembali terjadi,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Lasarus turut menyampaikan belasungkawa atas kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam itu.

Hal serupa juga disampaikan Ketua DPR RI, Puan Maharani, yang mendukung pembenahan terhadap jalur kereta api, khususnya perlintasan sebidang yang memiliki keamanan yang kurang memadai.

Puan meminta agar perlintasan yang kerap memicu kecelakaan kereta itu disikapi secara serius oleh pemerintah maupun pihak PT KAI.

“Kita minta pemerintah, KAI, bersama stakeholder terkait untuk lebih memprioritaskan persoalan keselamatan di jalur kereta api. Sistem dan keamanan pada jalur kereta harus diperbaiki,” ucap Puan dalam keterangan persnya, Selasa (28/4).

Ia menilai bahwa imbas dari kecelakaan kereta bukan hanya menjatuhkan korban jiwa, tapi turut berdampak pada menurunnya kepercayaan publik terhadap transportasi umum, terutama KRL yang selama ini menjadi andalan masyarakat di wilayah perkotaan. (Rangga)

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic