sportPiala Dunia 2026

Drama Piala Dunia 2026: Iran Tiba di Meksiko dengan Amarah, Kecam Penolakan Visa dan Perlakuan Diskriminatif dari Amerika Serikat

Penulis Ahmad Haidir
Jun 08, 2026
Timnas Iran akan bermain di Amerika Serikat dalam Piala Dunia 2026. Foto Instagram Mehdi Taremi.
Timnas Iran akan bermain di Amerika Serikat dalam Piala Dunia 2026. Foto Instagram Mehdi Taremi.

Thephrase.id - Timnas Iran tiba di Tijuana, Meksiko, pada Minggu, 8 Juni 2026. Akan tetapi, kedatangan Team Meli ke Piala Dunia 2026 diwarnai ketegangan diplomatik setelah sejumlah anggota staf pendukung dilaporkan tidak memperoleh visa masuk ke Amerika Serikat.

Rombongan yang sebelumnya menjalani pemusatan latihan selama hampir tiga pekan di Turki mendarat pada sekitar pukul 05.00 waktu setempat sehari setelah meninggalkan kamp latihan mereka. Tijuana ditetapkan sebagai markas Timnas Iran sepanjang Piala Dunia 2026 meski seluruh pertandingan penyisihan grup akan berlangsung di wilayah Amerika Serikat.

Setibanya di bandara Tijuana, Timnas Iran dan jajaran pelatih meninggalkan pesawat di bawah pengamanan ketat yang melibatkan personel Garda Nasional Meksiko, sementara hanya segelintir pendukung yang membawa bendera Iran terlihat menyambut dari area yang dibatasi.

Situasi tersebut muncul hanya beberapa hari sebelum Piala Dunia 2026 dimulai pada Kamis, 11 Juni 2026, dalam turnamen yang untuk pertama kalinya digelar secara bersama oleh Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.

Pelatih Timnas Iran, Amir Ghalenoei, menyampaikan kekecewaannya atas keterlambatan proses perjalanan tim yang menurutnya berdampak terhadap persiapan menghadapi perbedaan waktu yang cukup signifikan.

"Kami seharusnya sudah berada di sini sejak pekan lalu karena perbedaan waktu 12 jam membutuhkan dua minggu untuk penyesuaian. Biasanya dalam turnamen seperti ini, sebelum membahas aspek teknis, pertimbangan etika dan kemanusiaan harus dihormati, dan saya pikir itu tidak terjadi pada kami," tegasnya dilansir The Guardian.

Meski mengapresiasi upaya FIFA dalam membantu proses masuk Timnas Iran ke wilayah penyelenggara, Ghalenoei menegaskan bahwa pihaknya tetap kecewa dengan perlakuan yang diterima menjelang dimulainya Piala Dunia 2026.

"Kami kecewa dengan perilaku ini. Hal seperti ini tentu belum pernah terjadi sebelumnya," bebernya.

Kapten Timnas Iran, Ehsan Hajsafi, juga menyampaikan keberatannya terhadap keterlambatan penerbitan visa Amerika Serikat yang menurutnya layak menjadi perhatian FIFA menjelang pelaksanaan turnamen.

"Mengapa begitu terlambat? Dalam setahun terakhir, kami mengalami dua perang yang dipaksakan di negara kami," ucapnya.

Hajsafi tetap menegaskan kesiapan Timnas Iran untuk bersaing di Grup G yang mempertemukan dengan Timnas Selandia Baru, Timnas Belgia, dan Timnas Mesir, sembari menyatakan keyakinannya bahwa mampu melangkah ke babak gugur.

Menurut laporan dari perwakilan diplomatik Iran di Turki, sekitar 15 staf administrasi dan manajemen terdampak karena visa mereka ditolak. Kedutaan Besar Iran mengecam apa yang disebut sebagai perlakuan sengaja dan diskriminatif terhadap Timnas Iran serta mendesak FIFA mengambil tindakan terhadap pelanggaran aturan yang dianggap terjadi.

Ketegangan semakin meningkat setelah Duta Besar Iran untuk Meksiko, Abolfazl Pasandideh, mengungkapkan bahwa Timnas Iran telah diberitahu mengenai ketentuan visa yang mengharuskan mereka masuk dan meninggalkan wilayah Amerika Serikat pada hari yang sama dengan pelaksanaan pertandingan.

"Kami bisa masuk pada pagi hari dan harus meninggalkan negara itu pada hari yang sama," ucapnya.

Pernyataan tersebut berbeda dengan keterangan juru bicara Timnas Iran, Amir Mahdi Alavi, yang sebelumnya menyebut bahwa visa yang diberikan bersifat multiple-entry. Team Melly dapat tiba satu hari sebelum pertandingan pertama dan dua hari sebelum laga-laga berikutnya, sesuai kebutuhan operasional selama Piala Dunia 2026 berlangsung.

Federasi Sepak Bola Iran, yang menyebut ketuanya Mehdi Taj termasuk di antara pihak yang dilaporkan tidak memperoleh visa, menggambarkan keputusan tersebut sebagai bentuk campur tangan politik terhadap olahraga dalam level yang paling buruk.

Sementara seorang pejabat pemerintahan Amerika Serikat menyatakan bahwa negaranya tidak akan membiarkan Timnas Iran menyalahgunakan sistem visa untuk memasukkan teroris ke wilayah Amerika Serikat dengan dalih yang tidak benar. 

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic