
Thephrase.id - Meski berhasil memenangkan sebagian proses banding atas penolakan visa Amerika Serikat, delegasi Iran tetap harus menghadapi kenyataan bahwa sebelas anggota rombongan tidak akan bisa memasuki wilayah AS selama pelaksanaan Piala Dunia 2026.
Perkembangan terbaru ini muncul setelah empat anggota delegasi Iran memperoleh persetujuan visa melalui pengajuan ulang yang dilakukan dari Meksiko, negara yang kini dijadikan markas Timnas Iran selama turnamen berlangsung.
Sebelumnya, sebanyak 15 anggota delegasi Iran sempat ditolak permohonan visanya, memicu protes dari otoritas sepak bola Iran yang menilai sejumlah individu yang terdampak merupakan bagian penting dari operasional Timnas Iran.
Setelah tiba di Meksiko, sepuluh orang mengajukan kembali permohonan visa kepada otoritas Amerika Serikat, akan tetapi hanya empat di antaranya yang berhasil membalikkan keputusan awal dan memperoleh izin masuk.
Mereka yang mendapatkan visa terdiri dari seorang anggota staf teknis yang bertugas sebagai analis tim serta dua pejabat dari departemen hubungan internasional federasi sepak bola Iran, sementara satu nama lainnya juga termasuk dalam kelompok yang berhasil lolos proses banding.
Di sisi lain, enam pemohon kembali menerima penolakan, termasuk Presiden Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, seorang wakil presiden federasi, dua administrator tim yang menangani operasional harian, seorang petugas media, dan seorang petugas keamanan.
Seorang petugas media lainnya bahkan memutuskan untuk tidak lagi mengajukan permohonan visa setelah menerima penolakan pada proses pertama yang dilakukan sebelumnya.
Timnas Iran telah memindahkan basis operasional Piala Dunia ke Meksiko karena kekhawatiran terkait situasi konflik yang melibatkan negara tersebut dengan Amerika Serikat, meskipun para pemain Iran telah memperoleh izin untuk mengikuti turnamen yang digelar di wilayah AS.
Federasi Sepak Bola Iran sebelumnya juga telah menyampaikan daftar berisi sepuluh syarat kepada FIFA terkait keikutsertaan mereka di Piala Dunia, termasuk permintaan agar pemain, pelatih, dan ofisial yang pernah menyelesaikan kewajiban militer melalui IRGC tetap diperbolehkan mengikuti turnamen.
Timnas Iran dijadwalkan menghadapi Timnas Selandia Baru di Los Angeles pada 15 Juni 2026 sebelum kembali ke kota yang sama untuk melawan Timnas Belgia pada 21 Juni 2026, sementara laga terakhir akan berlangsung di Seattle menghadapi Timnas Mesir pada 26 Juni 2026.
Persoalan visa tidak hanya menimpa delegasi Iran karena sejumlah suporter dari beberapa negara juga mengalami pembatasan masuk ke Amerika Serikat.
Sementara wasit asal Somalia Omar Artan dilaporkan gagal memperoleh izin masuk untuk bertugas pada ajang Piala Dunia, situasi yang kemudian memicu kritik dari mantan Presiden FIFA, Sepp Blatter, terhadap penyelenggaraan turnamen tersebut.