sport

Drama Timnas Wanita Iran di Piala Asia 2027: 5 Pemain Kabur dan Minta Suaka di Australia, Donald Trump Turun Tangan

Penulis Rangga Bijak Aditya
Mar 10, 2026
Timnas Wanita Iran telah menjalani Piala Asia Wanita 2027 di Australia. (Foto: AFC)
Timnas Wanita Iran telah menjalani Piala Asia Wanita 2027 di Australia. (Foto: AFC)

ThePhrase.id - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada Senin, 10 Maret 2026 meminta pemerintah Australia memberikan suaka kepada anggota Timnas Wanita Iran.

Trump menyebut keputusan yang memungkinkan para pemain kembali ke Iran sebagai kesalahan kemanusiaan yang serius.

Turnamen Piala Asia Wanita 2027 yang digelar di Australia berlangsung ketika konflik meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara ke Iran yang menewaskan pemimpin tertinggi Republik Islam, Ali Khamenei.

Perjalanan Timnas Wanita Iran di turnamen tersebut berakhir pada Minggu, 9 Maret 2026 setelah kalah 0-2 dari Timnas Wanita Filipina.

"Australia membuat kesalahan kemanusiaan yang mengerikan dengan membiarkan Timnas Wanita Iran dipaksa kembali ke Iran, tempat mereka kemungkinan besar akan dibunuh," tulis Trump di platform Truth Social.

"Amerika Serikat akan menerima mereka jika kalian tidak mau," lanjut Trump.

Drama Timnas Wanita Iran di Piala Asia 2027  5 Pemain Kabur dan Minta Suaka di Australia  Donald Trump Turun Tangan
Presiden AS, Donald Trump, meminta Australia memberikan suaka kepada pemain Timnas Wanita Iran. (Foto: Instagram Donald Trump)

Laporan dari SBS News menyebut lima pemain Timnas Wanita Iran memisahkan diri dari rombongan tim dan kini berada di bawah perlindungan Australian Federal Police sambil mencari bantuan dari pemerintah Australia.

Sumber pemerintah yang dikutip media tersebut juga menyebut Menteri Dalam Negeri Australia, Tony Burke, terbang ke Brisbane untuk bertemu dengan para pemain.

Serikat pemain sepak bola dunia, FIFPRO, sebelumnya menyatakan kekhawatiran terhadap keselamatan anggota Timnas Wanita Iran ketika mereka bersiap pulang setelah disebut menolak menyanyikan lagu kebangsaan sebelum pertandingan.

Keputusan para pemain berdiri dalam diam saat lagu kebangsaan Iran diputar sebelum laga pertama melawan Timnas Wanita Korea Selatan disebut oleh komentator dari Islamic Republic of Iran Broadcasting sebagai "puncak dari ketidak-hormatan".

Pada pertandingan berikutnya melawan Timnas Wanita Australia, para pemain akhirnya menyanyikan lagu kebangsaan dan memberi salam yang kemudian memicu kekhawatiran dari kelompok hak asasi manusia bahwa mereka mendapat tekanan dari pejabat pemerintah.

Ketika ditanya apakah Australia akan memberikan suaka kepada para pemain, Wakil Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Australia, Matt Thistlethwaite, mengatakan pemerintah tidak dapat membahas kasus individu karena alasan privasi. (Rangga)

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic