sportPiala Dunia 2026

Drone Misterius Ditembak Jatuh di Markas Korea Selatan Jelang Lawan Meksiko

Penulis Ahmad Haidir
Jun 18, 2026
Agen federal Meksiko memakai peralatan khusus untuk mendeteksi keberadaan drone demi menjaga keamanan area latihan Timnas Korea Selatan. Foto Instagram Timnas Korea Selatan.
Agen federal Meksiko memakai peralatan khusus untuk mendeteksi keberadaan drone demi menjaga keamanan area latihan Timnas Korea Selatan. Foto Instagram Timnas Korea Selatan.

Thephrase.id - Persiapan Timnas Korea Selatan menghadapi laga penting melawan tuan rumah bersama Timnas Meksiko di Piala Dunia 2026 diwarnai insiden keamanan.

Kejadiannya setelah militer Meksiko mencegat dan melumpuhkan sebuah drone tak terdaftar yang terdeteksi terbang di sekitar fasilitas latihan tim tersebut di Guadalajara.

Seorang agen federal Meksiko yang berbicara dengan syarat identitasnya dirahasiakan karena tidak memiliki kewenangan untuk memberikan pernyataan kepada publik.

Ia menjelaskan bahwa aparat menggunakan peralatan khusus untuk mendeteksi keberadaan drone tersebut sebelum mengambil langkah untuk menetralkannya demi menjaga keamanan area latihan Timnas Korea Selatan.

Operasi tersebut merupakan bagian dari skema pengamanan Piala Dunia 2026 yang melibatkan koordinasi antara unsur militer dan kepolisian daerah di berbagai kota penyelenggara.

Fokusnya adalah pada perlindungan stadion, kamp latihan peserta, kawasan fan festival, serta titik-titik vital lain yang berkaitan dengan turnamen.

Pihak berwenang tidak mengungkapkan secara rinci kapan insiden itu terjadi maupun apakah ada pihak yang diamankan setelah kejadian tersebut.

Akan tetapi, mereka menyebut dalam beberapa hari terakhir sejumlah drone lain juga telah dilumpuhkan setelah berupaya memasuki zona keamanan di Mexico City, Guadalajara, dan Monterrey yang menjadi tiga kota penyelenggara Piala Dunia 2026 di Meksiko.

Pada Maret 2026, pemerintah Meksiko memperkenalkan rencana pengamanan bertajuk Plan Kukulkán yang melibatkan sekitar 100 ribu personel gabungan dari unsur militer federal, aparat keamanan lokal, dan kepolisian.

Caranya dengan cakupan pengawasan berupa sistem peringatan dini, pengamanan stadion, bandara, jalur transportasi, hotel, serta protokol perlindungan bagi tim peserta, ofisial, dan suporter.

Di Kanada, langkah itu juga diterapkan melalui pelarangan penerbangan drone tanpa izin di atas stadion Piala Dunia 2026 serta sejumlah lokasi latihan di Vancouver dan Toronto sebagai bagian dari upaya pencegahan ancaman keamanan, dengan kebijakan tersebut diberlakukan hingga 7 Juli 2026.

Sementara itu, aparat kepolisian di Los Angeles juga sempat merespons laporan terkait keberadaan drone berizin sebelum pertandingan antara Timnas Iran melawan Timnas Selandia Baru, yang menunjukkan bahwa penggunaan perangkat terbang tanpa awak menjadi salah satu perhatian utama dalam pengamanan turnamen tahun ini.

Insiden di Guadalajara turut membangkitkan kembali ingatan terhadap kontroversi yang melibatkan Timnas Putri Kanada pada 2024 ketika dituduh menggunakan drone untuk memata-matai sesi latihan Timnas Putri Selandia Baru menjelang pembuka Olimpiade Paris 2024 sehingga memicu skandal besar di dunia sepak bola internasional.

Kasus tersebut berujung pada penangguhan terhadap dua anggota staf pelatih serta pelatih Bev Priestman yang kemudian diberhentikan oleh Canada Soccer. Sementara Timnas Putri Kanada yang berstatus juara Olimpiade Tokyo harus menerima pengurangan enam poin dalam klasemen penyisihan grup di Prancis.

Hasil investigasi internal Canada Soccer setelah itu menyimpulkan bahwa peristiwa tersebut bukan sekadar kesalahan yang berdiri, melainkan mencerminkan lemahnya pengawasan yang telah berlangsung dalam lingkungan Timnas Putri Kanada.

Keberadaan drone di atas markas latihan Korea Selatan dilaporkan terdeteksi saat sesi latihan berlangsung pada Selasa (16/6) waktu setempat sehingga memunculkan kekhawatiran mengenai kemungkinan adanya upaya pengintaian menjelang pertandingan Grup A melawan Timnas Meksiko yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 19 Juni 2026.

"Itu tidak terlalu berdampak besar bagi kami, tetapi ketika kami sedang mempersiapkan pertandingan, itu merupakan momen yang paling penting, sehingga apa yang terjadi tentu disayangkan," ujar pelatih Korea Selatan, Hong Myung-bo.

Intervensi aparat keamanan tersebut menjadi bagian dari operasi berskala besar yang diterapkan di seluruh kota penyelenggara Piala Dunia 2026 dengan melibatkan ribuan personel serta dukungan teknologi canggih guna mengantisipasi berbagai potensi ancaman selama turnamen berlangsung.

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic