
ThePhrase.id - Duta Besar (Dubes) Republik Islam Iran untuk RI, Mohammad Boroujerdi memberikan apresiasi terhadap dukungan yang diberikan oleh sejumlah tokoh nasional Indonesia kepada Iran, di tengah dinamika konflik yang tengah melanda.
Boroujerdi mengungkapkan bahwa rangkaian pertemuannya dengan sejumlah tokoh nasional Indonesia dalam beberapa hari terakhir bertujuan untuk mengucapkan terima kasih atas dukungan tersebut.
“Tujuan dari kunjungan dan pertemuan tersebut adalah untuk menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan mereka terhadap Republik Islam Iran,” ujar Boroujerdi usai peluncuran buku peringatan mendiang Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei di Jakarta, Sabtu (11/4) dikutip Antaranews.
Selain menyampaikan terima kasih, Boroujerdi juga memanfaatkan momen pertemuan itu untuk menjelaskan situasi terkini di Iran, khususnya di tengah konflik yang melibatkan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
“Saya juga memberikan semacam laporan, reportase terkait kondisi terkini di Republik Islam Iran,” imbuhnya.
Ia menjelaskan bahwa dalam agenda diplomatik tersebut, dirinya tidak hanya bertemu dengan mantan presiden dan tokoh agama, tetapi juga menjalin komunikasi dengan budayawan serta berbagai figur penting lainnya.
Boroujerdi pun menyampaikan apresiasi atas dukungan luas dari tokoh dan masyarakat Indonesia, baik selama konflik berlangsung maupun dalam upaya mendorong perdamaian.
Lebih lanjut, mengenai kemungkinan dirinya bertemu dengan Presiden RI, Prabowo Subianto, Boroujerdi menyatakan harapannya untuk dapat diterima secara langsung.
“Jika beliau, Bapak Presiden (Prabowo) memberikan kehormatan tersebut kepada saya, maka saya akan sangat berterima kasih,” tandasnya.
Diketahui sebelumnya, Boroujerdi telah bertemu sejumlah tokoh nasional dalam rangkaian kunjungannya, yakni Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Presiden ke-7 RI Joko Widodo, serta Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK).
Selain itu, ia juga bertemu Wali Kota Surakarta Respati Achmad Ardianto, Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf, cendekiawan muslim Din Syamsuddin bersama perwakilan organisasi kemasyarakatan Islam, serta mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zainul Majdi. (Rangga)