
ThePhrase.id - Duta Besar (Dubes) Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi menegaskan bahwa Iran tidak mengakui Israel sebagai sebuah negara, melainkan hanya rezim yang menduduki wilayah negara lain, yakni Palestina secara paksa.
“Tentu kami tidak mengakui adanya sebuah negara bernama Israel. Bagi kami, terdapat sebuah rezim yang melakukan okupansi terhadap wilayah Palestina, dan ini merupakan hal yang tidak dapat dibenarkan dan disahkan,” ujar Boroujerdi dalam keterangan persnya di Jakarta, Senin (2/3).
Menurutnya, undang-undang (UU) Iran dan Indonesia memiliki pandangan yang sama terhadap pihak yang menduduki wilayah negara lain, yaitu tidak membenarkan adanya pengakuan maupun penerimaan terhadap pihak tersebut.
Karena itu, Boroujerdi kembali menekankan bahwa pihaknya tidak akan melakukan negosiasi dengan Israel.
“Kami tidak akan melakukan negosiasi dan tidak ingin bernegosiasi dengan rezim zonis Israel. Dikarenakan bagi kami negara bernama Israel tidak ada,” tukasnya.
Meski demikian, Dubes Iran itu memastikan siap untuk mengakui dan berinteraksi apabila suatu hari demokrasi benar-benar ditegakkan di berbagai wilayah yang diduduki dan menjadi jalan keluar bagi penyelesaian persoalan di sana.
Melalui demokrasi, masyarakat di wilayah tersebut, dari berbagai latar belakang agama seperti Yahudi, Islam, Kristen, dan lainnya, dengan beragam orientasi serta pemikiran, dapat menentukan bentuk pemerintahannya, hingga akhirnya pemerintahan itu terbentuk.
“Kami siap untuk mengakui pemerintah tersebut dan juga melakukan interaksi dengan negara tersebut. Tetapi kini rezim zionis Israel bukanlah sebuah pemerintah, melainkan sebuah rezim yang menduduki wilayah Palestina,” jelasnya.
Boroujerdi mengapresiasi niat Presiden RI, Prabowo Subianto yang berencana menjadi mediator antara pihak Amerika Seringa (AS) dan Israel dengan Iran, di tengah konflik yang terjadi antara tiga negara tersebut.
Namun, ia tidak dapat memastikan apakah langkah tersebut memiliki dampak positif atau tidak.
“Jika pemerintah Indonesia ingin melakukan komunikasi dan interaksi dengan pihak Iran, tentu hal tersebut memungkinkan. Tetapi saya tidak bisa memberikan jawaban, dan tidak tahu apakah mediasi (dengan AS-Israel) di situasi seperti ini, mungkinkah bisa membuahkan sebuah hasil atau tidak,” tandasnya. (Rangga)