
ThePhrase.id - Duta Besar (Dubes) Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi mengapresiasi niat Presiden RI, Prabowo Subianto menjadi mediator antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran. Namun, ia menegaskan bahwa Iran tidak akan bernegosiasi dengan negara yang telah melancarkan serangan terhadapnya.
“Kami tentu menyampaikan apresiasi atas pesan dan kesiapan yang telah disampaikan oleh Indonesia. Tetapi bagi kami tidak ada negosiasi dengan negara yang melancarkan permusuhan dengan kami, yaitu Amerika Serikat,” ujar Boroujerdi dalam keterangan persnya di Jakarta, Senin (2/3).
Boroujerdi menekankan bahwa pihaknya sudah tidak percaya kepada AS dan zionis Israel, karena tidak adanya jaminan mereka tidak kembali melancarkan serangan di tengah proses negosiasi.
Ia memaparkan ketika Iran telah bernegosiasi dengan AS dan mencapai sebuah kesepakatan soal nuklir bernama Joint Comprehensive Plan of Action (JPOA), bersama Inggris, Prancis, Rusia, Cina, dan Jerman. Namun, AS secara sepihak keluar dari kesepakatan tersebut.
Kemudian, ketika Iran telah melakukan negosiasi sebanyak lima kali dengan AS, namun AS melakukan serangan di saat pihaknya menunggu negosiasi berikutnya.
Selain itu, AS juga pernah melakukan serangan terhadap Iran dalam proses negosiasi lainnya, yang dimediasi oleh Oman, bahkan ketika ada indikasi kesepakatan awal antara kedua negara tersebut akan tercapai.
“Dan saya ingin tanya kepada Anda, jika Anda ingin membuat keputusan untuk melakukan negosiasi dengan orang atau pemerintah yang memiliki ciri seperti yang saya sebutkan sebelumnya, apakah Anda akan tetap melakukan negosiasi atau tidak? Tentu perlu jaminan,” kata Dubes Iran itu.
Menurutnya, negosiasi hanya dapat dilakukan apabila terdapat jaminan yang jelas, bahwa kesepakatan yang dituju tidak akan dimanfaatkan kembali atau disalahgunakan di kemudian hari.
“Tentu kami adalah pihak yang mengharapkan negosiasi, ingin demokrasi. Tetapi, kami pada saat yang sama tidak ingin menjadi pihak yang ditipu oleh negosiasi. Negosiasi dilakukan tetapi berujung kepada penyerangan,” tukasnya.
Adapun Boroujerdi berharap negara-negara sahabat yang melihat serangan AS-Israel sebagai langkah ilegal, maka harus memberikan kutukan keras terhadap apa yang terjadi di Iran.
“Kami berharap negara-negara Islam menggunakan seluruh kemampuan dan potensinya di badan OKI dan juga PBB untuk memberikan dukungan kepada Iran. Kami juga berharap sebuah kampanye dijalankan oleh negara-negara Islam, untuk menyatakan tidak kepada peperangan,” tandasnya. (Rangga)