
Thephrase.id - Pebulu tangkis muda Indonesia, Radithya Bayu Wardhana, sukses merebut gelar juara dunia junior 2026 setelah mengalahkan kompatriotnya, Fardhan Rainanda Joe, melalui pertandingan tiga gim dengan skor 15-9, 11-15, dan 15-8 pada babak final Kejuaraan Dunia Junior 2026.
Pencapaian tersebut menjadi pengalaman istimewa bagi Radithya karena pemain berusia 18 tahun itu langsung membawa pulang gelar juara dalam penampilan perdananya di Kejuaraan Dunia Junior.
Radithya mengawali pertandingan dengan merebut gim pertama 15-9, tetapi Fardhan mampu memberikan perlawanan pada gim kedua hingga memaksakan pertandingan berlanjut ke gim penentuan setelah menang 15-11.
"Alhamdulillah, bersyukur bisa mengikuti WJC untuk pertama kalinya dan langsung juara. Pada gim pertama, saya langsung menemukan permainan saya dan ketika Fardhan menyusul, saya langsung mengantisipasinya," ujar Radithya.
"Pada gim kedua, poin kami saling mengejar. Saya sempat unggul, tetapi fokus saya sempat menurun hingga tersusul dan kalah. Pada gim ketiga, saya kembali menjaga fokus untuk akhirnya meraih kemenangan. Saya sudah menyangka akan bermain tiga gim karena setiap bertemu Joe, kami pasti bermain tiga gim," lanjutnya.
Keberhasilan mengalahkan Fardhan sekaligus mengantarkan Radithya meraih gelar juara dunia junior pertamanya, meskipun ia mengaku masih sulit percaya dengan pencapaian yang diraihnya pada usia 18 tahun.
Radithya menyadari bahwa keberhasilan tersebut bukan akhir dari perjalanannya sebagai pebulu tangkis karena masih ada berbagai tantangan yang harus dihadapi untuk terus berkembang dan meningkatkan kemampuannya.

"Bisa menjadi juara dunia junior masih terasa seperti mimpi. Saya rasa belum cukup puas karena masih ada tantangan lagi ke depannya. Ketika masuk pelatnas nanti, saya akan banyak belajar dari para senior agar bisa terus menampilkan yang terbaik untuk Indonesia," ungkapnya.
Selain membicarakan target berikutnya, Radithya juga menjelaskan sikap tenangnya selama pertandingan final meskipun harus menghadapi tekanan dalam perebutan gelar juara dunia junior.
"Dengan pembawaan yang kalem, kalau dibilang tegang, semua orang pastinya akan tegang. Memang pembawaan saya seperti itu. Gelar ini saya persembahkan untuk orang tua di rumah, untuk om saya, untuk keluarga besar, dan untuk klub saya, PB Djarum," tutur Radithya.
Gelar juara dunia junior 2026 tersebut juga menjadi pencapaian penting bagi Radithya menjelang langkah berikutnya dalam karier bulu tangkisnya, yakni bergabung dengan Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) PBSI di Cipayung.
Setelah memastikan diri menjadi bagian dari Pelatnas Cipayung, Radithya bertekad memanfaatkan kesempatan berlatih bersama para pemain senior untuk terus belajar dan meningkatkan kualitas permainannya demi memberikan hasil terbaik bagi Indonesia.