e-biz

Dukung Pelestarian Warisan Kuliner, Lee Kum Kee Kolaborasi dengan UNESCO Lewat Forever Flavors Project

Penulis Firda Ayu
Jan 28, 2026
Forever Flavors Project (Foto: PRNewsfoto/Lee Kum Kee Sauce)
Forever Flavors Project (Foto: PRNewsfoto/Lee Kum Kee Sauce)

ThePhrase.id – Lee Kum Kee Sauce atau Lee Kum Kee berkolaborasi dengan United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) menggelar inisiatif bertajuk “Forever Flavors Project”.

Lewat kolaborasi ini, Lee Kum Kee dan UNESCO ingin mengajak masyarakat dunia mengumpulkan kisah-kisah tentang makanan serta membangun arsip global kenangan cita rasa. Proyek ini menjadikan rasa sebagai jembatan sekaligus mendorong dialog lintas budaya, mempererat ikatan emosional, dan mendukung pelestarian warisan kuliner secara berkelanjutan

Forever Flavors Project mengusung empat prioritas utama, yaitu melindungi warisan budaya kuliner, membina talenta kuliner muda, membangun ruang dialog lintasbudaya, serta mendorong partisipasi publik. Secara keseluruhan, inisiatif ini bertujuan menjaga dan membagikan memori kolektif tentang makanan.

Berbagai memori indah terkait makanan dapat dikirimkan melalui akun resmi RedNote (Xiaohongshu) Lee Kum Kee, akun Instagram resmi Lee Kum Kee, situs resmi UNESCO, akun resmi WeChat, serta berbagai platform media sosial lainnya sejak 20 Januari 2026

Selain itu, unggahan juga dapat diunggah ke situs resmi foreverflavorsproject.lkk.com maupun lewat email resmi foreverflavorsproject@lkk.com.

Masyarakat di seluruh dunia dapat membagikan kisah tentang cita rasa makanan dari diri mereka, keluarga, maupun komunitas melalui tulisan, video, dan foto lewat tagar #忘不了的味道 atau #ForeverFlavorsProject. 

Kali ini, Lee Kum Kee dan UNESCO mengusung tema “Flavors that Bind”. Berbagai unggahan yang terkumpul diharap dapat menggambarkan bagaimana rasa dapat menyatukan orang, membawa kenangan, dan mengekspresikan identitas budaya. Nantinya, inisiatif ini juga memperkenalkan sub-tema lain yang akan ditampilkan di situs resmi tersebut.

Kisah-kisah terpilih akan ditampilkan di platform resmi UNESCO dan Lee Kum Kee. Para kontributor juga akan menerima sertifikat digital dengan nomor arsip unik sebagai bagian dari "Forever Flavors Project" yang digelar UNESCO dan Lee Kum Kee. 

Inisiatif ini turut melibatkan juru masak profesional maupun penggemar masak rumahan agar kenangan cita rasa terus hidup dan diwariskan.

"Makanan merupakan warisan hidup yang memuat memori, identitas, dan emosi. Makanan menjadi penghubung antar generasi, serta berperan penting memperkuat identitas budaya dan pembangunan berkelanjutan,” jelas Shahbaz Khan, Director & Representative, UNESCO Regional Office East Asia, melansir keterangan tertulis pada PR Newswire. 

Lebih lanjut, Shahbaz juga menjelaskan bahwa UNESCO membuka kerja sama dengan Lee Kum Kee, sebagai perusahaan swasta yang lekat akan keahlian kuliner dan tradisi memasak sehari-hari dengan lebih dari 100 tahun sejarah.

Sementara itu, Daniel Shih, Chief Corporate Affairs Officer & General Counsel, Lee Kum Kee Group, menambahkan bahwa Lee Kum Kee telah menjadi bagian dari dapur sejak tahun 1888 dengan produk andalan, salah satunya saus tiram. 

"Dari satu sendok saus tiram hingga menjadi produk andalan bagi keluarga di seluruh dunia, kami tidak hanya menjaga konsistensi rasa tetapi juga menghadirkan rasa akrab kedekatan dan kepercayaan—sebuah 'kenangan cita rasa'. Kesamaan nilai inilah yang menyatukan Lee Kum Kee dan UNESCO dalam kolaborasi bermakna ini. Kami berterima kasih kepada UNESCO atas terwujudnya jembatan pertukaran budaya ini," jelas Daniel. 

Dalam peluncuran kolaborasi Forever Flavors Project, Lee Kum Kee ingin menggunakan rasa sebagai bahasa bersama untuk mendorong dialog lintas budaya yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Lewat program ini, Lee Kum Kee mengajak masyarakat di seluruh dunia untuk membagikan kisah unik dan bersama-sama membangun arsip global kenangan cita rasa. [fa]

Artikel Pilihan ThePhrase

- Advertisement -
 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic