
ThePhrase.id - Ramadan adalah salah satu bulan terpenting dalam Islam karena merupakan bulan diturunkannya Al-Qur'an, waktu diwajibkannya puasa, dan momen turunnya Lailatul Qadar (malam seribu bulan). Umat Islam di seluruh dunia menyambutnya dengan berbagai aktivitas ibadah, teramasuk ibadah puasa yang hukumnya wajib bagi setiap Muslim yang telah memasuki usia baligh.
Walaupun menjalani ibadah yang sama, setiap negara mempunyai durasi puasa yang berbeda-beda. Untuk di Indonesia, waktu berpuasa berkisar antara 12 hingga 14 jam dari mulai waktu imsak (adzan subuh) hingga adzan Magrib untuk berbuka puasa.
Guru Besar Fisika Teori IPB University, Prof. Husin Alatas menjelaskan, perbedaan durasi puasa di setiap tempat disebabkan matahari terlihat terbit dan terbenam pada waktu yang berbeda. Hal ini terjadi karena bumi berputar dan bergerak mengelilingi matahari, sehingga lama siang dan malam bisa bervariasi di berbagai daerah, demikian dikutip dari ipb.ac.id, Rabu, (18/2/2026).
Karena kemiringan bumi dan posisi matahari, maka durasi berpuasa selama Ramadan bervariasi. Wilayah yang berada dekat khatulistiwa, rentang waktu puasa cenderung lebih pendek, sedangkan di lintang utara dan selatan, periode puasa dapat melebihi 20 jam tergantung pada musimnya.
Berikut daftar durasi puasa di seluruh dunia untuk Ramadan 2026, seperti dikutip dari Khaleej Times, Sabtu (7/2/2026):
Negara dengan durasi puasa terlama sepanjang tahun (Ramadan 2026):
Wilayah-wilayah tersebut berada di lintang tinggi sehingga mengalami siang hari lebih lama, terutama ketika mendekati musim panas.
Adapun negara-negara yang berada dekat garis khatulistiwa atau negara-negara dibelahan bumi bagian selatan cenderung memiliki durasi puasa yang lebih pendek dan stabil sepanjang tahun.
Negara dengan durasi waktu puasa terpendek sepanjang tahun (Ramadan 2026):
Negara-negara di sekitar khatulistiwa seperti Indonesia dan Malaysia umumnya mengalami puasa sekitar 12–14 jam, relatif stabil sepanjang Ramadan.
Durasi puasa Ramadan berbeda-beda di setiap negara, tergantung pada letak geografis dan panjang siang harinya.
Dilansir dari The Islamic Information, tempat-tempat seperti Greenland dan Alaska di Amerika Utara, di mana matahari tidak pernah terbenam, maka para ulama menyarankan umat Islam untuk berpuasa mengikuti waktu Mekkah Arab Saudi, karena itu adalah tempat yang paling suci dalam Islam, atau mengikuti jadwal kota terdekat yang memiliki waktu siang lebih moderat.
Umat Islam di berbagai belahan bumi akan berpuasa rata-rata sekitar 12 hingga 15 jam per hari. Namun, di sejumlah wilayah, durasi tersebut bisa lebih panjang atau justru lebih singkat.
Kalender Hijriyah sendiri akan terus bergerak maju antara 10 hingga 12 hari setiap tahunnya. Bahkan pada tahun 2030, Ramadan akan terjadi dua kali dalam satu tahun, yakni pada bulan Januari dan Desember. (Z. Ibrahim)