East Java Fashion Harmony 2022, Hadirkan Batik Berkualitas

- Advertisement -spot_img

ThePhrase.id – Acara tahunan, East Java Fashion Harmony (EJFH)  2022 akan kembali hadir pada Sabtu, 3 Desember 2022 di Gumuk Pasir, Kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur. Acara bergengsi ini merupakan bentuk apresiasi dan publikasi atas kain wastra Jawa Timur.

East Java Fashion Harmony sudah digelar sejak tahun 2019 dan masuk dalam 10 besar event terbaik oleh Kemenparekraf tahun 2022.

EJFH 2022 mengusung tema “Tenggering Budi Luhur” yang bermakna ajaran atau nasihat untuk menjadi bijaksana dan baik.

East Java Fashion Harmony 2020. (Foto: Instagram/isyamsyamsi)

Dilansir dari Jawa Pos, EJFH merupakan rancangan desainer kondang Embran Nawawi bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur.  Dengan tema acara ini, para perancang akan membawakan pesan melalui karya mereka dengan pilihan batik yang digunakan.

“East Java Fashion Harmony untuk mengangkat dan memopulerkan produk wastra (batik dan tenun) dan kreator desain Jawa Timur dengan kearifan lokal dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi kerakyatan dari para perajin batik dan ekonomi kreatif melalui karya kreatif para desainer Jawa Timur untuk Indonesia dan dunia,” jelas Embran Nawawi dilansir dari Jawa Pos, Selasa (29/11).

Tentunya, para perancang akan membawakan batik dengan motif khas Jawa Timur yang memiliki makna dan filosofi tersendiri. Dalam EJFH 2022 kali ini, akan ada beberapa kain yang menjadi sorotan utama yaitu selingkar wilis, karesidenan Madiun, tapal kudal, dan batik Madura.

Venue fashion show, Kawasan Bromo. (Foto: dok. Kemenparekraf)

Mungkin EJFH terlihat seperti pagelaran fashion batik pada umumnya, namun nyatanya gelaran ini berbeda dari yang lain karena konsep yang diusung. Pada acara fashion kali ini batik yang dihadirkan merupakan yang berkualitas seperti fashion avant garde dan haute couture.

Artinya rancangan batik pada acara ini ini bisa dibilang desain seperti pada New York Fashion Week yang eksklusif dan tidak biasa. EJFH ini akan melibatkan 10 desainer Jawa Timur dengan total 30 koleksi.

Para perancang yang terlibat berasal dari Indonesia Fashion Chamber Asosiasi Perancang Muda Indonesia, Perkumpulan Pengusaha Busana, dan juga independent designer. Selain itu juga akan ada tambahan 5 busana dari guest designer. [Syifaa]

- Advertisement -spot_img

You might also likeRELATED
Recommended to you