e-biz

Ekonomi Tidak Baik-baik Saja, Luhut Minta Maaf ke Investor Global

Penulis M. Hafid
May 22, 2026
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan. Foto: dewanekonomi.go.id
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan. Foto: dewanekonomi.go.id

ThePhrase.id - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan meminta maaf kepada investor global atas situasi ekonomi di Indonesia.

Permintaan maaf itu disampaikan Luhut saat bertemu sejumlah investor internasional dan perusahaan pengelola aset (asset management) di Singapura.

Luhut mengamini bahwa para investor menjadi pihak yang terdampak gejolak pasar yang dipicu banyak faktor, seperti fluktuasi nilai tukar, suku bunga tinggi, dan memanasnya geopolitik.

"Dan saya juga meminta maaf jika mungkin sebagian dari Anda merasakan dampak negatif akibat situasi ini," kata Luhut dalam pertemuan tersebut, dikutip dari Instagramm @luhut.pandjaitan, Jumat (22/5).

Kendati begitu, Luhut menegaskan ekonomi Indonesia masih relatif kuat dibanding sejumlah negara lainnya. Pada kuartal terakhir, lanjut Luhut, ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen.

"Namun, saya harus mengatakan bahwa ekonomi Indonesia masih cukup kuat dibandingkan beberapa negara lain, meskipun kita memiliki sejumlah tantangan di berbagai sektor." ujarnya.

Luhut juga memastikan pemerintah tetap berkomitmen menjaga disiplin fiskal dan mengerek kepercayaan pasar terhadap Indonesia.

"Kondisi fiskal, APBN, dan penerimaan negara kita akan membaik pada akhir tahun ini atau awal tahun depan. Kami cukup yakin terhadap hal itu," katanya.

Seusai pertemuan itu, Luhut menceritakan sejumlah investor menyampaikan kekhawatirannya mengenai kondisi pasar global yang tidak menentu.

Kekhawatiran itu berkaitan dengan fluktuasi nilai tukar, arus modal akibat tingginya suku bunga, hingga ketegangan geopolitik.

"Dari diskusi kami hari ini, memang ada kekhawatiran mengenai volatisasi pasar. Mulai dari fluktuasi nilai tukar, hingga arus modal akibat tingginya suku bunga dan ketegangan geopolitik di Timur Tengah," ungkap Luhut di laman yang sama.

Meski dirinya sudah menekankan bahwa ekonomi Indonesia berada dalam situasi relatif terjaga, namun hal itu dianggap belum cukup untuk menjaga keyakinan pasar.

Menurutnya, para investor akan memperhatikan aspek kepercayaan dan kepastian dalam suatu negara.

"Namun, saya sepakat bahwa fundamental saja tidak cukup, karena pasar juga menilai aspek kepercayaan dan kepastian," terangnya.

Luhut memastikan pemerintah akan menjaga disiplin fiskal dan mempertahankan defisit anggaran di bawah 3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

"Kredibilitas fiskal adalah aset berharga yang tidak akan kami pertaruhkan," tandasnya. (M Hafid)

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic