
Thephrase.id - Jose Mourinho kembali mencatatkan hasil positif dalam El Clasico setelah membawa Real Madrid mengalahkan Barcelona 2-1 di Camp Nou, Senin, 26 Oktober 2026 dini hari WIB, sekaligus memangkas jarak kedua tim dalam persaingan gelar La Liga menjadi tiga poin.
Kylian Mbappe menjadi penentu kemenangan Los Blancos lewat dua golnya, termasuk gol pada pengujung pertandingan yang memastikan Barcelona menelan kekalahan setelah sebelumnya tidak terkalahkan dalam sembilan laga domestik beruntun.
Hasil tersebut membuat Mourinho menyamai pencapaian Miguel Munoz pada 1962–1965 dan Vicente del Bosque pada 2001–2003 sebagai pelatih Real Madrid yang mampu melewati enam pertandingan El Clasico berturut-turut tanpa kekalahan.
Pelatih asal Portugal itu membukukan empat kemenangan dan dua hasil imbang dalam enam pertemuan terakhirnya melawan Barcelona bersama Real Madrid, meskipun catatan tersebut terpisah oleh masa 13 tahun sejak periode pertamanya menangani klub.
"Menurut saya, Real Madrid tidak bermain untuk menang di Camp Nou, tetapi Real Madrid bermain untuk memenangkan La Liga," ujar Mourinho dilansir BBC.
"Kami bisa saja menang karena keberuntungan, tetapi kami menang dengan ketenangan dan sepenuhnya layak mendapatkannya. Ini adalah kelompok yang sangat kuat. Semua orang bekerja sangat keras. Semua orang siap untuk menang," katanya.
"Penghargaan harus diberikan kepada para pemain. Ketika Anda menang, penghargaan diberikan kepada para pemain. Namun, ketika Anda kalah, kesalahan dibebankan kepada Anda. Itulah sebabnya kita melihat pelatih dipecat dari jabatannya setiap pekan," lanjutnya.
Mourinho yang kembali melatih Real Madrid pada musim panas 2026 setelah 13 tahun meninggalkan Los Blancos kini memiliki catatan enam kemenangan dan enam kekalahan sepanjang kariernya dalam pertandingan El Clasico.
"Saya belajar bahwa saya memiliki kelompok yang luar biasa, dengan kualitas dan mentalitas untuk bermain," ungkap Mourinho.
"Di lini tengah, memiliki perpaduan pemain dengan kemampuan berbeda memberikan lebih banyak keuntungan dibandingkan hanya mengandalkan dua pemain dengan karakteristik serupa. Perpaduan kemampuan ini memberikan keseimbangan ketika bertahan dan kualitas saat menyerang," jelasnya.
"Kami telah mengalahkan beberapa tim dengan selisih empat gol atau lebih, tetapi ini Barcelona dan para pemain menunjukkan penampilan yang luar biasa. Kami harus terus bermain seperti ini dan tidak terlalu larut dalam kegembiraan setelah kemenangan ini," tambahnya.
Sementara itu, pelatih Barcelona, Hansi Flick, mengakui anak asuhnya mengalami masalah kebugaran setelah menjalani jadwal pertandingan yang padat, tetapi menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak ingin dijadikan alasan atas kekalahan dari Real Madrid.
"Kami kurang bugar. Situasi ini tidak mudah bagi para pemain kami. Kami harus memulihkan kondisi dengan baik, berlatih dengan baik, dan bangkit dari kekalahan ini," ucap Flick.
"Dalam pertandingan besar, hal-hal kecil sangat penting dan menentukan hasil pertandingan, tetapi hari ini semuanya tidak berpihak kepada kami. Saya bisa melihat bahwa hari ini kami tidak dalam kondisi segar dan itulah yang harus kami ubah," tutur Flick.