trending

El Nino dan Monsun Asia Hadir Bersamaan di Indonesia Saat Musim Hujan 2024, Apa Dampaknya?

Penulis Nadira Sekar
Jan 17, 2024
Foto: Ilustrasi Hujan Deras (freepik.com photo by wirestock)
Foto: Ilustrasi Hujan Deras (freepik.com photo by wirestock)

ThePhrase.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap bahwa pada musim hujan 2024, Indonesia akan menghadapi dua fenomena alam signifikan, yaitu El Nino dan Angin Monsun Asia. 

El Nino merujuk pada peningkatan suhu muka laut di Samudera Pasifik bagian tengah hingga timur, sementara Angin Monsun Asia adalah angin yang bertiup dari Oktober hingga April saat Matahari berada di belahan Bumi Selatan.

Melansir kompas.com, Guswanto, Deputi Bidang Meteorologi BMKG menjelaskan bahwa kedua fenomena ini secara bersamaan akan mempengaruhi sejumlah wilayah di Indonesia ketika memasuki musim hujan. Lalu, apa dampak El Nino dan Monsun Asia selama musim hujan 2024 di Indonesia?

El Nino, yang diperkirakan akan berlangsung hingga Maret-April 2024, secara umum akan menyebabkan pengurangan curah hujan tahunan yang tidak merata di berbagai wilayah. Di sisi lain, Angin Monsun Asia, yang diperkirakan akan terjadi hingga April 2024, akan meningkatkan curah hujan.

Guswanto menjelaskan bahwa dampak dari kedua fenomena ini tidak seragam di seluruh Indonesia. El Nino akan menyebabkan penurunan intensitas hujan di beberapa wilayah seperti Kabupaten Bangkalan, Banyuwangi, Blitar, Gresik, Bondowoso, dan Bojonegoro. Di sisi lain, Monsun Asia akan membawa hujan dengan intensitas tinggi ke wilayah bagian barat Indonesia, termasuk Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, dan Nusa Tenggara.

Sebagai respons terhadap situasi ini, BMKG memberikan imbauan kepada masyarakat. Pertama, agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat, kilat, petir, dan angin kencang dalam satu minggu ke depan. 

"Cuaca ekstrem ini dapat terjadi selama periode puncak musim hujan yaitu di bulan Januari dan Februari. Potensi hujan lebat hingga sangat lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi masih memiliki peluang yang tinggi terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia," ungkap Kepala BMKG Dwikorita Karnawati.

Kedua, masyarakat yang tinggal di wilayah berpotensi longsor atau banjir diminta untuk waspada terhadap dampak yang mungkin timbul, seperti banjir bandang, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang, dan berkurangnya jarak pandang. 

BMKG juga merekomendasikan masyarakat untuk menggunakan aplikasi @InfoBMKG dan mengakses situs web bmkg.go.id untuk mendapatkan informasi prakiraan cuaca yang lebih detail dan peringatan dini terkait potensi hujan lebat hingga tingkat kecamatan [nadira]

 
Related News

Popular News

 

News Topic