Elizabeth Debicki, Aktris Cantik yang Sukses Perankan Putri Diana dalam Serial The Crown

- Advertisement -spot_img

ThePhrase.id – Belakangan ini, nama Elizabeth Debicki kian naik daun setelah ia membintangi musim kelima dari serial original Netflix, The Crown. Dalam serial tersebut, aktris asal Australia ini berhasil memukau masyarakat dunia dengan penampilannya  memerankan Putri Diana.

Foto: Elizabeth Debicki sebagai Putri Diana (dok. Netflix)

Terlepas dari beberapa kritik mengenai perbedaan fisiknya dengan sang putri di media sosial, Elizabeth dinilai menjadi pemeran Putri Diana yang paling mirip, bukan hanya dari segi fisik namun dari tingkah lakunya.

Dari pola bicara dan infleksi vokal Diana hingga ekspresi wajah Elizabeth dinilai menjalani peran ini lebih baik dari aktor lain mana pun di serial menghadirkan kebaikan, empati, api, dan kerentanan yang membara ke dalam penampilannya. Dia menangkap semua nuansa dan aspek dari kehidupan bermasalah figur publik tercinta ini.

Tinggi Elizabeth Debicki yang mencapai 190 cm juga dinilai dapat menggambarkan Putri Diana yang juga menjulang lebih tinggi dibandingkan Pangeran Charles (sekarang Raja Charles III). Ia mengungkap bahwa tingginya membuatnya kehilangan banyak kesempatan akting. Namun, dirinya merasa nyaman dengan itu dan telah menggunakan tinggi badannya untuk keuntungannya di berbagai film.

Perjalanan Karier
Foto: instagram.com/elizabethdebickinators photo by Gustavo Papeleo

Perannya sebagai Putri Diana bukanlah satu-satu karya terkenalnya. Aktris kelahiran 24 Agustus 1990 ini sebelumnya berperan dalam film komedi Australia ‘A Few Best Men’. Ia juga berperan sebagai Jordan Baker pada adaptasi film ‘The Great Gatsby’. Melalui film itu juga ia berhasil menerima penghargaan AACTA untuk kategori Best Supporting Actress. Film lain yang ia bintangi termasuk ‘Macbeth’ dan ‘The Man from U.N.C.L.E.

Namun, Elizabeth pertama kali mendapatkan perhatian dari kritikus dengan penampilannya dalam film thriller ‘Widows’. Tak lama setelah itu, ia berhasil menerima penghargaan Trophée Chopard dari Festival Film Cannes.

Elizabeth juga turut hadir dalam peran penting pada film thriller Christopher Nolan ‘Tenet’ dan ikut bergabung dalam Marvel Cinematic Universe sebagai Ayesha dalam film Guardians of the Galaxy Vol. 2 dan Vol.3.

Murid Berprestasi
Foto: instagram.com/lorenzoagius_official

Sebelum menjadi aktris dengan sejuta karya, Elizabeth bercita-cita untuk menjadi balerina. Ketertarikannya terhadap tari balet datang karena kedua orang tuanya adalah ballerina profesional di Perancis. Namun, seiring bertambahnya usia, minatnya berangsur-angsur beralih ke akting.

Dia mulai melakukan drama teater di sekolah, dan dia memiliki kecenderungan yang kuat untuk mengejar karir di dunia akting. Meski demikian, selama masa sekolahnya di Huntingtower School di Melbourne, dirinya merupakan murid yang berprestasi. Ia berhasil mendapatkan dua nilai sempurna untuk Bahasa Inggris dan Drama.

Dengan nilai yang baik, orang tuanya mendorong Elizabeth untuk berkuliah di jurusan hukum. Namun, gigih dengan keinginannya untuk menjadi aktris profesional ia mendaftarkan diri ke Victorian College of Arts di University of Melbourne untuk mengambil jurusan drama.

Foto: net-a-porter.com

Namun, menurutnya  pelatihan yang diberikan di sana kebanyakan teater dan bahwa mereka hanya memiliki satu minggu kelas film dan televisi. Tapi dia melanjutkan pendidikannya di bidang drama, dan setelah lulus pada tahun 2010, dia bergabung dengan Melbourne Theatre Company.

Pada saat itulah ia mengetahui bahwa seorang agen sedang mengumpulkan kaset audisi dari aktor Australia yang tidak dikenal untuk film Baz Luhrmann yang akan datang. Dia menyerahkan audisinya, terpilih, dan dipanggil ke Los Angeles. Dia menjalani beberapa tes layar lagi dan akhirnya terpilih menjadi bagian dari drama luas Baz Luhrmann The Great Gatsby. [nadira]

- Advertisement -spot_img

You might also likeRELATED
Recommended to you