sportLiga Inggris

Era Tanpa Judi Dimulai: 12 Klub Premier League Belum Punya Sponsor, Terancam Kehilangan Rp1,6 Triliun

Penulis Ahmad Haidir
Apr 06, 2026
Sejumlah klub Premier League menghadapi potensi kekosongan sponsor utama di bagian depan jersey menjelang musim depan. Foto X Liverpool.
Sejumlah klub Premier League menghadapi potensi kekosongan sponsor utama di bagian depan jersey menjelang musim depan. Foto X Liverpool.

Thephrase.id - Sejumlah klub Premier League menghadapi potensi kekosongan sponsor utama di bagian depan jersey menjelang musim depan setelah perubahan kebijakan terkait iklan perusahaan judi mulai berdampak luas pada sektor komersial.

Setidaknya sembilan klub belum mengamankan kesepakatan sponsor utama untuk musim mendatang sementara total 12 klub masih belum menandatangani kontrak baru, sehingga memunculkan kemungkinan beberapa tim memulai kompetisi tanpa sponsor di bagian depan seragam.

Larangan terhadap iklan perusahaan perjudian di bagian depan jersey diperkirakan menggerus pemasukan klub secara signifikan, dengan potensi kerugian kolektif mencapai sekitar 80 juta poundsterling atau setara dengan sekitar Rp1,6 triliun pada musim depan.

Selama beberapa tahun terakhir, operator perjudian, terutama yang menyasar pasar Asia, dikenal memberikan nilai kontrak lebih tinggi dibanding sektor lain demi mendapatkan eksposur global melalui klub-klub Premier League.

Setelah melalui konsultasi dengan pemerintah, Premier League menyepakati larangan sukarela terhadap sponsor judi sejak tiga tahun lalu, meski implementasinya ditunda hingga musim depan untuk memberi waktu bagi klub mencari mitra baru.

Absennya perusahaan judi dari pasar sponsor utama membuat persaingan antar klub menjadi lebih ketat dengan nilai kontrak yang cenderung menurun dibandingkan periode sebelumnya.

Analisis The Guardian, dari sepuluh klub kasta tertinggi yang musim ini menggunakan sponsor judi, baru satu yang telah mengumumkan pengganti, yakni AFC Bournemouth yang memindahkan sponsor stadionnya, Vitality, ke bagian depan jersey dengan nilai kontrak yang lebih rendah.

Sementara itu, Brentford FC disebut hampir mencapai kesepakatan untuk menempatkan sponsor perlengkapan latihannya, Indeed, sebagai sponsor utama jersey musim depan.

Kedua klub tersebut dilaporkan menerima penurunan nilai kontrak dibandingkan kesepakatan sebelumnya dengan sponsor judi, dengan kisaran nilai baru sekitar 4 hingga 5 juta poundsterling per musim atau setara Rp80 miliar hingga Rp100 miliar.

Di sisi lain, Everton dan Fulham disebut tengah menjalin negosiasi lanjutan dengan CMC Markets untuk kerja sama baru yang berpotensi memberikan sedikit peningkatan dari kontrak sebelumnya.

Akan tetapi, sejumlah klub lain masih berada dalam tahap pencarian sponsor baru, termasuk Chelsea dan Newcastle United yang kontrak sponsornya akan berakhir pada musim panas mendatang.

Kesenjangan komersial antara klub papan atas dan klub lain semakin terlihat jelas, dengan Arsenal, Liverpool, Manchester City, dan Manchester United tetap memiliki kontrak jangka panjang bernilai tinggi dengan mitra global masing-masing.

Beberapa klub seperti West Ham United dan Everton memilih memindahkan sponsor judi ke bagian lengan jersey karena kategori tersebut tidak termasuk dalam larangan, sementara klub lain masih mencari alternatif untuk sponsor utama maupun perlengkapan latihan.

Di luar Premier League, English Football League tidak menerapkan larangan serupa dan tetap memiliki kerja sama dengan Sky Bet hingga 2029, sehingga klub-klub di kompetisi tersebut berpotensi menjadi tujuan baru bagi perusahaan judi yang ingin tetap tampil sebagai sponsor utama. 

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic