sportLiga 1 Indonesia

Erupsi Anak Krakatau Ganggu Kepulangan 2 Klub Super League, Tempuh Perjalanan Panjang Lewat Udara, Darat, dan Laut

Penulis Ahmad Haidir
Sep 07, 2026
Persebaya Surabaya pulang lewat jalur laut dan darat. Foto Instagram Persebaya Surabaya.
Persebaya Surabaya pulang lewat jalur laut dan darat. Foto Instagram Persebaya Surabaya.

Thephrase.id - Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak terhadap perjalanan pulang dua klub Super League 2026-2027, yakni Persija Jakarta dan Persebaya Surabaya, setelah keduanya menyelesaikan pertandingan pekan pertama pada Sabtu, 5 September 2026.

Persija menjadi salah satu tim yang harus mengubah rencana perjalanan setelah semula dijadwalkan terbang langsung dari Samarinda menuju Jakarta pada Minggu, 6 September 2026.

Sedangkan Persebaya juga menghadapi situasi serupa setelah rencana penerbangan dari Lampung menuju Surabaya tidak dapat dilanjutkan.

Persija sebelumnya mengawali kiprahnya dengan menghadapi Borneo FC Samarinda di Stadion Segiri, Samarinda, Sabtu, 5 September 2026, dan berhasil membawa pulang kemenangan 1-0 dari kandang lawan.

Setelah pertandingan tersebut, rombongan Macan Kemayoran semula dijadwalkan meninggalkan Samarinda melalui Bandara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto untuk kemudian menuju Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.

Akan tetapi, penutupan Bandara Soekarno-Hatta pada Minggu, 6 September 2026 sebagai dampak erupsi Gunung Anak Krakatau membuat Persija harus mencari jalur alternatif untuk kembali ke Jakarta.

Rombongan Persija kemudian memilih terbang dari Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Balikpapan, menuju Bandara Yogyakarta di Kulon Progo, sebelum melanjutkan perjalanan menuju Jakarta melalui jalur darat.

"Dampak erupsi Anak Krakatau membuat perjalanan Persija menuju Jakarta mengalami penyesuaian rute," tegas Kukuh Wahyudi, media officer Persija.

"Dari semula Samarinda–Jakarta, menjadi Samarinda–Balikpapan–Yogyakarta–Jakarta," bebernya.

Di sisi lain, Persebaya juga harus mengubah rencana perjalanan setelah menjalani pertandingan pekan pertama melawan Bhayangkara FC di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Sabtu, 5 September 2026.

Rencana awal rombongan Bajul Ijo adalah kembali ke Surabaya menggunakan pesawat pada Minggu, tetapi penerbangan tidak dapat digunakan setelah dampak aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau memengaruhi jalur penerbangan di kawasan tersebut.

Persebaya kemudian memilih perjalanan melalui jalur darat dan laut dengan meninggalkan hotel pada pukul 07.00 WIB untuk menuju Pelabuhan Bakauheni, sebelum menyeberangi Selat Sunda menuju Merak dan melanjutkan perjalanan darat ke Surabaya.

Manajemen Persebaya sempat mempertimbangkan penggunaan kereta api setelah rombongan tiba di Jakarta, tetapi pilihan tersebut akhirnya tidak digunakan sehingga perjalanan menuju Surabaya tetap dilanjutkan melalui jalur darat.

"Pengalaman Baru. Tim Persebaya harus kembali dari Lampung menggunakan jalur darat dan laut. Erupsi Gunung Anak Krakatau menyebabkan bandara Soekarno Hatta ditutup," ungkap Persebaya.

"Bertolak dari hotel pagi ini pukul 07.00 WIB, tim Persebaya menuju pelabuhan Bakahueni untuk menyeberang menuju Merak. Sesampainya di Merak tim akan langsung bertolak menuju Surabaya kembali menggunakan jalur darat," lanjutnya.

Perubahan rute tersebut membuat Persija dan Persebaya sama-sama harus menjalani perjalanan pulang yang lebih panjang setelah menyelesaikan laga pertama meski kedua tim memiliki agenda berbeda pada pekan berikutnya.

Persija dijadwalkan menghadapi Persib Bandung pada pekan kedua di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, 12 September 2026, sementara Persebaya akan menjamu PSIM Yogyakarta di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, pada Minggu, 13 September 2026

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic