
Thephrase.id - Ezra Walian menyamakan Persib Bandung dengan Ajax Amsterdam versi Indonesia ketika dirinya berbicara dalam podcast resmi milik Ajax Amsterdam yang dipublikasikan melalui kanal media sosial klub asal Belanda tersebut.
Ezra mengulas kembali periode kariernya saat memperkuat Persib Bandung pada 2021, dengan menekankan status Maung Bandung tersebut sebagai salah satu tim paling bersejarah dan memiliki basis pendukung yang sangat besar di Indonesia.
"Saya bermain untuk Persib, klub terbesar di Indonesia, Ajax-nya Indonesia, mereka belum memenangkan kejuaraan selama 10 tahun, jadi sudah waktunya mereka menjadi juara lagi," beber Ezra.
"Tahun sebelumnya kami finis kedua, jadi kami sudah cukup dekat, jadi juara lagi setelah 10 tahun," tegas Ezra.
Selain membahas Persib, Ezra Walian juga menceritakan pengalamannya merasakan antusiasme masyarakat Indonesia yang menurutnya sangat kuat terhadap sepak bola, khususnya ketika klub yang dibelanya meraih gelar juara.
"Anda harus melihatnya seperti ini, kami melewati jalan sepanjang lima kilometer dan saya membutuhkan waktu enam jam untuk pergi dari titik A ke titik B, warga seluruh kota tumpah dan saya pikir pasti ada banyak sekali orang di jalanan," tutur Ezra.
"Itu juga merupakan momen yang sangat istimewa dalam karier sepak bola saya, saya berpikir, 'Wow', ketika Anda melihat cinta dan betapa bahagianya orang-orang dengan sebuah gelar juara, Anda akan berpikir, 'Wow, itulah intinya'," imbuh Ezra.
Pemain Persik Kediri tersebut juga menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menyesali keputusan memilih membela Timnas Indonesia setelah resmi menjadi Warga Negara Indonesia pada 18 Mei 2017.

"Saya sudah tinggal di Indonesia selama enam tahun sekarang, saya pikir pertama kali saya bermain untuk Timnas Indonesia adalah pada tahun 2017, itu selama waktu saya di Jong Ajax," ucap Ezra.
"Dan sejujurnya saya tidak pernah menyesal karena itu adalah langkah yang luar biasa bagi saya, tentu saja sangat berbeda dengan Eropa dan banyak hal lainnya, tetapi saya tidak memiliki satu pun saat penyesalan," ujar Ezra.
Ezra juga mengenang perjalanan awal kariernya bersama Ajax Amsterdam yang menurutnya memiliki makna emosional karena klub tersebut telah menjadi bagian dari kehidupannya sejak masa kanak-kanak.
"Bagi saya itu adalah mimpi yang menjadi kenyataan, saya dibesarkan dalam keluarga Ajax, saya telah pergi ke stadion sejak saya masih kecil, saat Ajax bertanya kepada saya apakah saya ingin bergabung dengan mereka, itu hanya momen terbaik dalam karier sepak bola saya, jadi bagi saya itu benar-benar mimpi yang menjadi kenyataan," tandas Ezra.