sportF1

F1 Siapkan Skenario Darurat, Perang Timur Tengah Bisa Paksa Akhir Musim 2026 Digelar di Eropa

Penulis Rangga Bijak Aditya
Jul 30, 2026
Ketidakpastian situasi keamanan di Timur Tengah mulai memengaruhi perencanaan Formula 1 untuk musim 2026. (Foto: Instagram Lewis Hamilton)
Ketidakpastian situasi keamanan di Timur Tengah mulai memengaruhi perencanaan Formula 1 untuk musim 2026. (Foto: Instagram Lewis Hamilton)

ThePhrase.id - Ketidakpastian situasi keamanan di Timur Tengah mulai memengaruhi perencanaan Formula 1 untuk musim 2026. Presiden F1, Stefano Domenicali, mengakui bahwa seri penutup musim terancam dipindahkan ke Eropa apabila balapan di Qatar dan Abu Dhabi tidak memungkinkan untuk digelar.

Kalender sementara Formula 1 masih menempatkan Grand Prix Qatar dan Abu Dhabi sebagai dua seri terakhir musim ini, tetapi Domenicali menyatakan keputusan final mengenai kelanjutan dua balapan tersebut akan ditentukan sebelum pertengahan September 2026.

"Untuk kami saat ini, balapan di Qatar dan Abu Dhabi tetap dikonfirmasi. Omong-omong, tiketnya sudah terjual habis. Itu menjadi tanda luar biasa bahwa olahraga ini lebih besar daripada masalah yang sedang dihadapi dunia saat ini," tegas Domenicali dilansir BBC.

"Namun, tentu saja jika situasinya tidak membaik seperti yang kami harapkan, sebelum pertengahan September kami akan mengambil keputusan," lanjutnya.

"Jika itu tidak memungkinkan, akhir musim akan berlangsung di Eropa karena kami tidak bisa pergi ke tempat lain," sambung Domenicali.

Domenicali tidak menyebutkan secara spesifik sirkuit yang akan menjadi pengganti apabila Qatar dan Abu Dhabi dicoret dari kalender, tetapi Imola di Italia disebut sebagai kandidat terkuat untuk menjadi tuan rumah balapan terakhir musim 2026.

Formula 1 sebelumnya telah lebih dulu membatalkan Grand Prix Bahrain dan Arab Saudi yang semula dijadwalkan berlangsung pada April 2026 sebagai dampak dari konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran, sementara Malaysia kemudian ditunjuk sebagai pengganti seri Bahrain pada September 2026.

Meski penambahan Malaysia membuat jumlah balapan tetap memenuhi target komersial sebanyak 21 seri, Domenicali masih menginginkan adanya balapan setelah Grand Prix Las Vegas yang dijadwalkan berlangsung pada 21 November 2026.

F1 Siapkan Skenario Darurat  Perang Timur Tengah Bisa Paksa Akhir Musim 2026 Digelar di Eropa
 Kalender sementara Formula 1 masih menempatkan Grand Prix Qatar dan Abu Dhabi sebagai dua seri terakhir musim ini. (Foto: Instagram Kimi Antonelli)

"Ada kemungkinan menggelar dua balapan di Las Vegas, tetapi kami tidak ingin merusak sebuah permata yang sedang berkembang dengan merendahkan nilai yang telah kami bangun di sana," katanya.

"Kami juga tidak boleh melupakan bahwa pada periode tersebut kami harus bersaing dengan NFL di Amerika Serikat, sebuah olahraga yang memiliki basis penonton sangat besar sehingga kami harus menghindari situasi yang menempatkan kami berhadapan langsung dengannya," ucapnya.

Selain membahas kalender balapan, Domenicali juga mengungkapkan bahwa Formula 1 telah menyiapkan berbagai rencana cadangan untuk musim 2027 apabila konflik di Timur Tengah masih berlangsung ketika kalender baru diumumkan pada musim gugur tahun ini.

"Sejauh ini kalender yang akan kami presentasikan nanti tetap merupakan rencana normal, tetapi jika situasi di Timur Tengah belum terselesaikan, kami memiliki opsi dan rencana lain, sementara pemicunya tentu berada di akhir tahun," beber Domenicali.

Di sisi lain, Domenicali turut menanggapi kritik terhadap mesin generasi baru Formula 1 yang mulai digunakan musim ini, di mana kombinasi tenaga pembakaran internal dan listrik dinilai membuat pembalap lebih sering melakukan pengisian ulang energi sehingga mengurangi agresivitas saat melibas tikungan cepat.

Meski mendapat sorotan dari sejumlah pembalap seperti Max Verstappen, Lando Norris, hingga Fernando Alonso, Domenicali menilai mayoritas penggemar tetap menikmati jalannya balapan dan lebih fokus pada aksi di lintasan dibandingkan aspek teknis yang rumit.

"Ada banyak aksi di lintasan. Orang-orang menyukainya dan fokus pada apa yang terjadi di trek. Mereka tidak memahami detail teknis seperti clipping atau hal lainnya karena itu terlalu teknis bagi basis penggemar yang kami miliki, sehingga dampaknya terhadap tontonan sejauh ini sangat positif," ungkapnya.

Domenicali juga mengungkapkan Formula 1 tengah menyusun arah regulasi mesin berikutnya untuk periode setelah 2030, termasuk pembahasan mengenai kemungkinan kembali menggunakan konfigurasi V8 dengan bahan bakar berkelanjutan serta sistem elektrifikasi yang tetap relevan dengan perkembangan industri otomotif global. (Rangga)

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic